



KLIK DISINI SUSUNAN PENGURUS PERMASIS
KALBAR: Tiga Pekan Sintang Banjir, Begini Respons Risma

Sejumlah warga melintasi Jalan Lintas Melawi yang terdampak banjir di Ladang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (12/11/2021).(Dok.Antara Foto/Abraham Mudito/app/aww).
Bencana alam banjir telah melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sejak tiga pekan terakhir.
Menteri Sosial Tri Rismaharin akhirnya merespons terkait banjir di Sintang dengan tersenyum tipis saat ditanya wartawan di Universitas Cenderawasih, Papua, Jumat (12/11/2021).
“Nanti saja ya, aku ke sana,” kata Risma sambil berjalan menjauhi wartawan di Papua, Jumat kemarin.
Risma beserta jajarannya sudah memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir di tiga titik di Kalimantan Barat, rinciannya di Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, termasuk Kabupaten Sintang.
Memang, Kementerian Sosial melalui instruksi Risma telah menyalurkan bantuan penanganan bencana senilai Rp653 juta.
Itu, berupa unit tenda, rompi pelampung, matras, perlengkapan keluarga, perlengkapan anak, makanan, dan pembangunan dapur umum.
Kemensos juga telah menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitas Sosial (ATENSI) berupa bantuan kewirausahaan dan bantuan kebutuhan dasar senilai Rp15.5 juta untuk warga Kabupaten Sintang.
Saat kunjungan tersebut, Risma mengaku berat menghadapi dampak dari fenomena La Nina yang menyebabkan berbagai bencana hidrometeorologi di Indonesia.
Risma juga menyampaikan kekhawatirannya terjadi banjir di daerah-daerah yang dialiri sungai.
“Mengantisipasi perubahan iklim memang cukup berat, tapi yang terpenting adalah bagaimana cara menyelamatkan warga,” kata Risma dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021).
Banjir merendam daerah Kabupaten Sintang selama 23 hari sejak akhir Oktober lalu. Banjir masih menggenangi rumah warga dan akses menuju jalan utama.
Dampak Banjir
Banjir Sintang disebut terjadi karena intensitas hujan tinggi selama beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data BPPD Sintang, per (9/11/2021), sebanyak 35.117 unit rumah terendam banjir hingga 300 centimeter, 5 unit jembatan rusak berat, dan beberapa sarana prasaran lainnya terdampak.
Banjir juga menyebabkan mobilitas terhambat karena merendam ruas jalan nasional, dan beberapa gardu PLN.
Terbaru, Kepala BPBD Kabupaten Sintang, Sugiyanto menyebut banjir mengalami penurunan ketinggian rendaman air sebesar 30 centimeter.
Meski demikian, tinggi genangan masih nyaris merendam rumah warga.
Sugiyanto juga menyebut bantuan berupa bahan pangan untuk warga terdampak banjir sudah berdatangan.
“Usulan lama (bantuan, red) sudah datang dan usulan baru [bantuan] rencana hari ini saya kirim, tentang stok pangan di Kabupaten Sintang,” ujar Sugiyanto. (DNS)
Sumber: RRI.co.id
TEAM SOSIAL MEDIA INFO NUSANTARA

JUAL SARANG BURUNG WALLET MANGKOK SUPER
Cara Download Sertifikat Vaksin Covid-19 dan Cek Status di PeduliLindungi

PESAN VIA WA


