Jembatan Jawai-Sambas Segera di Bangun

MEDIA INFO NUSANTARA-JAKARTA,  Bupati Sambas H.Satono yang sempat mengunjungi Warkop Borneo di Jakarta pada hari Jum’at 26/11/2021 yang tergabung dalam sebuah komunitas warga Kalbar.Dalam kesempatan tersebut, wartawan Media Info Nusantara sempat mewawancarai dan menanyakan rencana  pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar,

Jembatan yang  dapat menghubungkan Kecamatan Tekarang, Jawai, Jawai Selatan, Teluk Keramat, Sekura dan Paloh ke Kecamatan Tebas yang memiliki akses jalan menuju Pontianak.

Bupati Sambas H.Satono mengatakan Insyakalloh pembangunan jembata Sungai Sambas sudah selesai di tender,”kata Bupati H.Satono dan akan direncanakan peletakan batu pertama bersama Gubernur Kalbar di akhir Tahun ini.

Mulai pengerjaanya di awal Tahun 2022,”tambahnya.Jembatan Sungai Sambas Besar merupakan program Nasional yang akan selesai dibangun pada Tahun 2023.Pembangunan dimulai dari desa makrampai dan terhubung  ke desa tekarang.Tentu Jembatan ini sujah sejak lama dirindukan oleh masyarakat Jawai dan sekitarnya.

Seperti yang disampaikan oleh Bupati Sambas, bahwa Jembatan ini akan memudahkan masyarakat untuk membawa hasil pertaniannya menuju ke Kota-kota besar di Kalbar tanpa harus mengantri berjam-jam menggunakan kapal ferry maupun perahu motor termasuk Tourist yang ingin datang ke Pantai Bahari Jawai yang indah,”kata H.Satono-Bupati Sambas.

Dan jembatan Sungai Sambas Besar akan memakan anggaran kurang lebih 500M Silahkan berkompetisi, siapapun yang akan memenangkan tender harus mengerjakannya dengan sebaik mungkin, dan kwalitas terjaga.Sambil ngopi bersama Kawan-kawan di Warkop Borneo, Bupati H.Satono mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang hadir di Warkop Borneo.Beliau memaparkan bahwa banyak sekali potensi yang dapat dimanfaatkan di Kabupaten Sambas.

Sesuai Visi Misi dari Bupati Sambas adalah, Sambas berkemajuan.(Beriman berKemandirian, Maju dan Berkelanjutan”.Dan beliau akan mengundang  sebanyak mungkin pengusaha dari luar sambas  datang ke Sambas untuk berinvestasi.Dan akan disambut dengan karpet merah,”tambahnya.70% dari populasi penduduk yang ada di Kabupaten sambas bergerak di sektor pertanian.Lalu ada pepatah dari bahasa daerah sambas,”Kenceng Priuk Urang Sambas sangat ditentukan oleh sektor pertanian,”tambah Bupati.

Artinya maju mundurnya ekonomi sangat ditentukan oleh sektor pertanian.Dan akan menjadikan Sambas sebagai daerah swasembada pangan.”tambahnya.Tidak hanya padi yang menjadi potensi andalan Sambas, bahkan pinag sudah dilirik oleh luar negeri dengan permintaan yang cukup tinggi, misalnya, India, satu bulan 500 ton tapi hingga hari ini baru terpenuhi 60 ton.Dan masih banyak lagi potensi pertanian yang dapat dikembangkan, apalagi jeruk itu jelas dari kabupaten sambas dan bukan  dari Pontianak.

Untuk itu beliau juga meminta kepada Mendagri Untuk mengembalikan identitas nama Jeruk dari Sambas bukan Pontianak.Dan beliau mengatakan Sambas masih punya 3 potensi yang belum tergali maksimal, 1.pertanian-2.wisata-

3.perikanan.Ya, semoga saja banyak pengusaha asal Kalbar yang berada di Ibu Kota Jakarta mau berinvestasi di Sambas.

Sugianto Tzu

TEAM SOSIAL MEDIA INFO NUSANTARA

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa

Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa Foto dokumentasi Media Info Nusantara/Sugianto Tzu https://www.mediainfonusantara.com/wp-content/uploads/2026/03/Lagu-Imlek-terbaru-2018-Angelina-Gong-Xi-Fa-Cai.mp4 Ir. Pui Sudarto, Ketua Umum

Read More »

Share this: