Gawat, Hantu Janda Teror Thailand, 10 Orang Mati Mendadak, Kaum Pria Pilih Lakukan Hal Nyeleneh Ini





KLIK DISINI SUSUNAN PENGURUS PERMASIS

Gawat, Hantu Janda Teror Thailand, 10 Orang Mati Mendadak, Kaum Pria Pilih Lakukan Hal Nyeleneh Ini


Ilustrasi hanti janda

Kematian 10 warga secara berturut-turut telah memantik ketakutan ditengah masyarakat.

Kenyataan yang membuat warga sejak lama diliputi kekhawatiran.

Ketakutan itu berasal dari hantu janda. Ya, sosok yang dipercayai warga sebagai orang yang bertanggungjawab atas kematian banyak warga.

Kasus terbaru ada 10 warga yang meninggal secara mendadak.

Saking takutnya warga oleh ulah hantu janda tersebut, mereka sampai menggantungkan baju berwarna merah di depan rumah.

Kemudian mereka juga menuliskan kalimat yang cukup menggelitik.

Tulisan tersebut yakni, ‘tidak ada pria di dalam rumah’.

Tentu saja tujuan tulisan tersebut diharapkan akan mengecoh hantu janda yang disebut hanya mengincar kamu pria.

Lalu, bagaimana awal munculkan kepercayaan hantu janda ini.

Berapa orang yang jadi korban dan benarkah warga yang jadi target hantu janda yang dipercaya masyarakat?

Pastinya sejumlah penduduk Desa Ban Pak Huai Mai Ngamdi di Kota Mueang, Provinsi Tak, Thailand, dilaporkan percaya bahwa kematian 10 pria secara berturut-turut di desa meraka terkait dengan hantu janda.

Dikutip dari The Thaiger oleh, Tribunpekanbaru.com (28/12/2021), akibat anggapan tersebut, beberapa penduduk pria di Ban Pak Huai Mai Ngamdi akhirnya telah memutuskan untuk pindah ke luar desa sementara waktu sampai masalah “hantu” ini terpecahkan.

Ada juga penduduk yang mencoba menggantungkan baju merah dengan tulisan dalam bahasa Thailand “Tidak ada pria di dalam rumah” sebagai upaya mencegah roh masuk dan mengambil jiwa lain.

Beberapa penduduk Thailand, sebagian besar di provinsi timur laut dilaporkan telah mempercayai anggapan ini selama bertahun-tahun.

Ketika ada sejumlah pria dalam sebuah desa atau kampung meninggal pada waktu yang bersamaan, seperti di Tak, beberapa penduduk akan mengatakan bahwa arwah janda gentayangan di daerah itu sedang mencari suami.

Seorang warga berusia 60 tahun yang tinggal di Tak, Boonchuay Chimsawat, mengatakan kepada media Thailand Khaosod, bahwa lebih dari 10 pria di lingkungannya baru-baru ini meninggal dunia.

Beberapa dari mereka dilaporkan telah menderita sakit, tapi yang lainnya tidak memiliki kondisi yang jelas sebagai penyebab kematian.

Beberapa penduduk setempat ketakutan dan mengira itu mungkin ulah hantu janda.

Untuk melindungi laki-laki yang tinggal di satu rumah, orang-orang coba menggantung baju merah untuk menipu dan mengusir hantu tersebut.

Menurut dia, ini merupakan praktik yang telah diturunkan dari generasi ke generasi.

Penduduk setempat juga akan berkumpul untuk membuat jasa kebajikan di kuil dengan kerikil dan mengirimkan jasa tersebut kepada roh-roh janda untuk tidak mengganggu kerabat pria di desa.

Upacara ini dilakukan sesuai dengan kepercayaan yang diturunkan dari kakek-nenek mereka.

Kejadian menggantungkan baju merah untuk mencegah serangan hantu janda juga pernah dilaporkan terjadi di desa Ban Tha Luang di distrik Phimai, provinsi timur laut Thailand pada Januari 2020.

Mengutip Bangkok Post, saat itu, penduduk desa Ban Tha Luang saat itu menggantung baju merah di depan rumah menyusul adanya kematian 13 orang (sebagian besar pria) dalam tiga bulan terakhir.

Penduduk percaya bahwa hal itu dapat mencegah mereka dari serangan hantu janda.

Sementara itu, berbeda dengan anggapan penduduk, para dokter saat itu menyimpulkan bahwa kematian penduduk kemungkinan karena masalah pernafasan.

TEAM SOSIAL MEDIA INFO NUSANTARA

GROUP KOMUNITAS KALBAR



JUAL SARANG BURUNG WALLET MANGKOK SUPER


Cara Download Sertifikat Vaksin Covid-19 dan Cek Status di PeduliLindungi



BERITA LAINNYA KLIK DISINI


UNTUK BERITA LAINNYA KLIK DISINI