Rusia: AUKUS Bahaya, tak Bawa Perdamaian Bagi Indonesia

AP/Olivier Douliery/Pool AFP Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyampaikan sambutan tentang strategi Indo-Pasifik pemerintahan Biden di Universitas Indonesia di Jakarta Selasa, 14 Desember 2021.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyova mengkhawatirkan pembentukan kemitraan tripartit antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) atau dikenal dengan AUKUS. Menurutnya, AUKUS tidak akan membawa perdamaian bagi kawasan Pasifik, termasuk Indonesia.

“Saya ingin mengatakan bahwa kami menganggap kemitraan ini (AUKUS) sangat berbahaya. AUKUS tidak akan membawa perdamaian ke kawasan atau ke Indonesia,” kata Lyudmila, dilaporkan kantor berita Rusia, TASS, Rabu (29/12).Dikutip dari Republika.co.id

Menurut dia, alih-alih menciptakan stabilitas, AUKUS pasti akan memperburuk perlombaan senjata. Lyudmila pun memahami kekhawatiran yang turut disampaikan Indonesia perihal pembentukan AUKUS. “Reaksi Indonesia tidak mengherankan, karena siapa yang ingin memiliki tetangga dengan kapal selam nuklir. Apakah akan membuat kawasan lebih damai dan stabil? Saya kira tidak,” ucap Lyudmila.

 Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin juga melayangkan kritik atas pembentukan AUKUS. Menurutnya, pakta tersebut merusak stabilitas regional. “Pembentukan blok apa pun, termasuk yang Anda sebutkan; AS, Inggris Raya, Australia, merusak stabilitas regional. Karena menurut saya, berteman itu baik, tapi berteman untuk menentang siapa pun, itu buruk. Itu merusak stabilitas yang sedang kita bicarakan dan kita jaga,” kata Putin dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang diunggah di situs web Kremlin pada pertengahan Oktober lalu.

Putin berharap situasi tidak akan berkembang di bawah skenario yang tak terduga. Dia pun berharap kehadiran AUKUS tak menambah ketegangan di kawasan tersebut.

Pembentukan AUKUS diumumkan pada September lalu. Kemunculan blok tersebut sempat dikritik beberapa negara Asia Tenggara karena dikhawatirkan akan memicu ketegangan baru di kawasan. Pembentukan AUKUS dipandang sebagai upaya menentang dominasi Cina di Indo-Pasifik.

TEAM SOSIAL MEDIA INFO NUSANTARA

GROUP KOMUNITAS KALBAR

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa

Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa Foto dokumentasi Media Info Nusantara/Sugianto Tzu https://www.mediainfonusantara.com/wp-content/uploads/2026/03/Lagu-Imlek-terbaru-2018-Angelina-Gong-Xi-Fa-Cai.mp4 Ir. Pui Sudarto, Ketua Umum

Read More »

Share this: