
Penggunaan jejaring sosial seperti Facebook, blog, wiki dan Twitter yang tepat dapat memfasilitasi sosialisasi siswa, dan meningkatkan kemampuan akademik mereka dalam format pembelajaran campuran, menurut penelitian yang merupakan hasil dari tesis dalam Program Doktor dalam Pendidikan dan ICT (e-Learning) di Universitat Oberta de Catalunya (UOC), diawasi oleh Elena Barberà, profesor dan peneliti di Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan UOC. Penelitian ini juga melibatkan peneliti dari University of Helsinki dan Bedford College, dan hasilnya telah dipublikasikan secara terbuka dalam publikasi ilmiah International Journal of Environmental Research and Public Health.
Penelitian ini menyediakan sumber daya bagi universitas dan pusat pendidikan tinggi untuk menghadapi situasi krisis seperti yang kita alami selama pandemi. Hasilnya menunjukkan bahwa, meskipun pembelajaran tatap muka dan kontak memiliki nilai yang tak tergantikan bagi siswa, pendidikan dapat menjadi efektif ketika alat pembelajaran online dan platform jejaring sosial digunakan dengan cara yang benar.
“Di seluruh dunia, kita melihat bagaimana pendidikan tinggi harus beradaptasi dengan pendidikan digital dalam semalam sebagai akibat dari pandemi COVID-19,” kata pemimpin peneliti dan dokter di UOC, Muhammad Zaheer Asghar, “tetapi jenis pendidikan ini membutuhkan model konstruktivis, dengan proses belajar mengajar yang lebih interaktif.”
Dalam sebuah survei terhadap mahasiswa di departemen sains di universitas di Pakistan, para peneliti memeriksa peran platform jejaring sosial seperti blog, wiki, dan Facebook dalam pembelajaran campuran. Mereka menemukan bahwa mereka dapat digunakan untuk menggantikan pertukaran yang dibutuhkan siswa untuk berkinerja positif, terutama jika mereka sebelumnya memiliki kesempatan untuk bertemu dan bersosialisasi satu sama lain secara langsung, seperti dikutip dari Universitat Oberta de Catalunya, Sabtu (5/3/2022).
“Platform pembelajaran online tradisional tidak menawarkan siswa sosialisasi yang mereka butuhkan, dan jejaring sosial tidak memiliki desain yang sesuai untuk pendidikan dengan kurikulum dan panduan guru,” kata Asghar. “Jika media sosial dimasukkan ke dalam sistem pembelajaran online, kelompok siswa di jejaring sosial menjadi komunitas belajar, dan sosialisasi yang diperlukan untuk pendidikan menjadi tersedia.”
Studi ini menyimpulkan bahwa salah satu pelajaran yang dapat dipetik dari pandemi adalah perlunya pendidikan untuk terus berlanjut dalam keadaan darurat apa pun, karena itu adalah alat yang memungkinkan orang untuk mengatasi krisis dalam jangka panjang. Pendidikan tinggi harus mengadopsi inovasi, metode interaktif dan terpadu yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan situasi terkini.





