
* Kedua presiden sepakat bahwa video call itu konstruktif.
* Kedua presiden mengarahkan timnya untuk segera menindaklanjuti dan mengambil tindakan nyata untuk menempatkan China-AS. hubungan kembali ke jalur perkembangan yang stabil.
* Kedua belah pihak siap untuk melakukan upaya masing-masing untuk penyelesaian yang tepat dari krisis Ukraina.
Biden: Amerika Serikat tidak mencari Perang Dingin baru, menjunjung tinggi kebijakan satu-China
Presiden Xi Jinping telah mendesak Amerika Serikat untuk bekerja dengan China untuk memajukan hubungan bilateral di jalur yang benar, dan memikul tanggung jawab internasional yang sepatutnya dari sebuah negara besar untuk bekerja demi perdamaian dan stabilitas dunia.
Dalam panggilan video dengan Presiden AS Joe Biden pada hari Jumat, Xi menegaskan kembali posisi China pada krisis Ukraina, mengatakan tugas mendesak saat ini adalah untuk terus memfasilitasi dialog dan negosiasi untuk gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina pada tanggal awal.
Solusi jangka panjang untuk masalah Ukraina adalah bahwa negara-negara besar harus saling menghormati, meninggalkan pola pikir Perang Dingin, menolak konfrontasi antar blok dan secara bertahap membangun arsitektur keamanan global dan regional yang seimbang, efektif dan berkelanjutan, tambahnya.
Selama percakapan mereka, Biden meyakinkan Xi bahwa AS tidak mencari Perang Dingin baru, tidak berusaha untuk mengubah sistem China, tidak berusaha untuk merevitalisasi aliansinya melawan China, tidak mendukung “kemerdekaan Taiwan”, dan tidak berniat memiliki konflik dengan Cina.
Dia mengatakan bahwa Washington siap untuk melakukan dialog yang jujur dengan Beijing, dan menjunjung tinggi kebijakan satu-China dan ingin secara efektif mengelola persaingan dan perbedaan dengan China untuk memajukan perkembangan hubungan bilateral yang stabil.
Xi mengatakan bahwa dia menganggap serius komitmen Biden. Memperhatikan bahwa hubungan China-AS menghadapi semakin banyak tantangan, presiden China menekankan sangat berbahaya bahwa beberapa politisi AS mengirim sinyal yang salah kepada pasukan “kemerdekaan Taiwan”.
Dia mendesak AS untuk menanggapi pertanyaan Taiwan dengan serius, dengan mengatakan bahwa jika pertanyaan itu tidak dapat ditangani dengan baik, hubungan bilateral akan ditumbangkan. Pihak AS telah membuat salah perhitungan dan salah penilaian tentang niat strategis China, tambahnya.
Kunci hubungan China-AS adalah mengelola perbedaan mereka dengan benar, kata Xi, seraya menambahkan bahwa perkembangan hubungan China-AS yang stabil adalah untuk kepentingan kedua negara.
Saat bertukar pandangan tentang situasi Ukraina, Xi mengatakan krisis Ukraina bukanlah sesuatu yang ingin dilihat China. Krisis ini menunjukkan lagi bahwa konflik dan konfrontasi antar negara tidak melayani kepentingan siapa pun, sementara perdamaian dan keamanan adalah hal yang paling dihargai oleh komunitas internasional, katanya.
Xi mengatakan bahwa semua pihak harus mendukung pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina. AS dan NATO juga harus mengembangkan dialog dengan Rusia untuk menyelesaikan inti dari krisis Ukraina dan mengurangi masalah keamanan baik Rusia dan Ukraina, tambahnya.
Xi memperingatkan agar tidak menerapkan sanksi non-diskriminatif menyeluruh, dengan mengatakan bahwa jika semakin meningkat, sanksi akan menimbulkan krisis serius dalam perdagangan global, keuangan, energi, makanan dan rantai industri, merusak kesejahteraan rakyat dan memperburuk ekonomi dunia yang melambat.
Dia menyerukan ketenangan dan alasan di tengah situasi Ukraina yang kompleks, dan mendesak upaya untuk menciptakan ruang bagi perdamaian melalui resolusi politik krisis.
China telah melakukan segala upaya untuk mempromosikan perdamaian dan akan terus memainkan peran positif dalam penyelesaian masalah Ukraina, kata Xi, seraya menambahkan bahwa negara itu akan terus memberikan bantuan kemanusiaan lebih lanjut ke Ukraina dan negara-negara lain yang terkena dampak.
Biden memberi tahu Xi tentang posisi AS dalam krisis Ukraina, dengan mengatakan bahwa Washington bersedia berkomunikasi dengan Beijing mengenai masalah ini untuk mencegah eskalasi krisis.
Kedua presiden mengatakan panggilan video itu konstruktif, dan mereka mendesak tim kerja dari kedua negara untuk mengambil tindakan nyata untuk mengembalikan hubungan China-AS ke jalur pembangunan yang stabil dan melakukan upaya mereka sendiri untuk membantu menyelesaikan krisis Ukraina dengan benar.
Sumber: China Daily





