ANGGOTA DEWAN KEHORMATAN/TIM SOSIAL MAJALAH INFO NUSANTARA

Waspadai Penyebaran Hepatitis Akut Pada Anak

Ilustrasi Virus Hepatitis. Foto: ( Dok. Antara )

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan surat edaran untuk meminta semua pihak mewaspadai penyebaran hepatitis akut pada anak.

Pasalnya, hingga saat ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum menemukan penyebab pasti penyakit itu.

“Gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning, dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak,” tutur Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Randonuwu dalam keterangannya, Selasa (3/5/2022).

Berdasakan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/2515/2022, Kemenkes meminta dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota mewaspadai jika menemukan gejala penyakit tersebut.

Sementara itu menurut Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Minggu (1/5/2022) ada beberapa gejala seorang anak terinfeksi hepatitis akut, yaitu:

1. gejala kuning

2. sakit perut

3. muntah-muntah

4. diare mendadak

5. buang air kecil berwarna tua

6. buang air besar berwarna pucat

7. kejang

8. penurunan kesadaran.

Maxi mengungkapkan berdasarkan data WHO 21 April 2022, terdapat 169 kasus hepatitis akut pada anak di dunia.

“Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun,” ujarnya. 

Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab penyakit ini telah dilakukan. Namun, virus hepatitis A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai biang kerok penyakit itu.

Di sisi lain, tiga orang anak meninggal setelah dirawat RSUPN Dr.Ciptomangunkusumo Jakarta April lalu.

Diduga penyebabnya adalah hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Ketiga pasien yang meninggal merupakan rujukan dari rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Sumber: RRI.co.id

GROUP KOMUNITAS KALBAR

Share this: