Di gedung sebelahnya, kelompok lain yang sudah lebih terampil sedang berlatih skenario pertempuran jalanan. Grup ini berkamuflase penuh, dengan pelindung tubuh, helm, dan peralatan komunikasi radio.
Di sebuah meja, Lisa Hsueh mengokang senjatanya.
“Kalau ketegangan kami dengan China berujung pada perang, saya akan melindungi diri saya dan keluarga saya. Itulah alasan saya belajar menggunakan senjata,” katanya.
“Perempuan seperti saya tidak pergi bertempur di garis depan. Tetapi jika perang pecah, kami akan dapat melindungi diri sendiri di rumah kami.”
Saya bertanya kepadanya mengapa dia percaya bahwa persiapan berperang untuk Taiwan itu penting.
“Saya menghargai kebebasan kami. Kami hidup di negara demokratis. Jadi, ini adalah hak dasar kami. Dan kami harus menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut,” jawabnya.
“China adalah negara tanpa hak demokratis. Jadi saya merasa bersyukur telah dibesarkan di Taiwan.”
Sumber: BBC News Indonesia






