
BEIJING – Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kepada mitranya dari AS pada Senin bahwa Amerika Serikat harus berhenti berusaha menahan dan menekan China dan menghindari menciptakan hambatan bagi hubungan kedua negara.
Wang juga mengatakan dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bahwa kontrol ekspor yang diberlakukan Washington di China sangat merusak hak-haknya yang sah dan harus diperbaiki, menurut pernyataan dari kementerian luar negeri China.
Dalam panggilan itu, Blinken membahas perang Rusia melawan Ukraina dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap keamanan global dan stabilitas ekonomi, kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan terpisah.
Amerika Serikat telah berulang kali menekankan perlunya mempertahankan jalur komunikasi terbuka antara kedua negara, tetapi juga baru-baru ini menyoroti implikasi jika Beijing mendukung invasi Rusia ke Ukraina.
Mitra strategis Rusia, China, dengan tegas berada di pagar perang Ukraina, mengkritik sanksi Barat terhadap Rusia tetapi berhenti mendukung atau membantu dalam kampanye militer.
Blinken juga membahas dengan mitranya dari China tentang perlunya mengelola hubungan AS-China secara bertanggung jawab, menurut pernyataan itu.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan pada jumpa pers pada hari Senin bahwa panggilan itu, yang katanya berlangsung sekitar 70 menit, produktif dan profesional.”Setiap gagasan bahwa kebijakan kami ditujukan terhadap China atau negara lain di seluruh dunia adalah tidak benar. Memang benar, tentu saja, bahwa kami memiliki perbedaan pendapat yang mendalam dengan RRC (Republik Rakyat China) di sejumlah bidang,” Price dikatakan.
Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak mendengar sesuatu yang baru dari Wang tentang pendekatan China terhadap perang Rusia.
Pekan lalu, Presiden Joe Biden mengatakan Amerika Serikat tidak mencari konflik dengan China dan Presiden Xi Jinping mengatakan China bersedia bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menemukan cara agar dapat menguntungkan keduanya.
Pernyataan itu muncul menjelang KTT G20 di Bali bulan depan di mana kedua pemimpin berpotensi bertemu.
Price mengatakan dia tidak memiliki pembaruan tentang apakah Blinken dan Wang membahas prospek pertemuan Xi-Biden, dan menunda rencana apa pun ke Gedung Putih.
Sumber: Reuters





