Soal Kabar Reshuffle, PSI Nilai Kinerja Kabinet Jokowi Baik





KLIK DISINI SUSUNAN PENGURUS PERMASIS

Soal Kabar Reshuffle, PSI Nilai Kinerja Kabinet Jokowi Baik


Jokowi Pimpin Rapat Kabinet Paripurna Perdana di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat suara mempertanyakan alasan parameter atau tolak ukur Relawan Jokowi Mania (Joman) yang menyebut kalau Mensesneg Pratikno dan Menteri Perdagangan M Luthfi masuk dalam radar reshuffle kabinet.
“Kita tidak tahu parameter apa yang dipakai oleh Joman untuk melakukan penilaian tersebut,” kata Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nanang Priyo Utomo saat dihubungi merdeka.com, Rabu (8/9).
Nanang pun tak mau ambil pusing terkait klaim dari Joman yang menyebut kedua menteri tersebut bekerja buruk. Karena, kata dia, selama pandemi ini hampir seluruh jajaran menteri di kabinet telah bekerja dan berjalan baik.
“Kalau menurut hemat kami dalam situasi pandemi Covid yang serba tidak ideal sejauh ini kinerja kabinet secara keseluruhan berjalan baik,” ucapnya.
Sedangkan terkait beredarnya isu soal reshuffle kabinet secara besar-besaran, Nanang menyatakan terkait persoalan itu PSI menyerahkan seluruhnya kepada Presiden sebagai hak prerogatif.
“Bagi PSI persoalan kabinet adalah hak prerogatif presiden. Dan dari pengalaman selama ini telah terbukti bahwa Presiden Jokowi telah dapat melakukan evaluasi kinerja menteri secara baik,” ujarnya.
“Terkait dengan persoalan reshuffle bagi PSI hal tersebut baik saja untuk dilakukan atau tidak dilakukan sepanjang pertimbangannya adalah kebutuhan optimalisasi kinerja pemerintah dalam rangka pencapaian visi dan misi presiden,” lanjutnya.
Lebih lanjut ketika ditanyakan informasi terkait isu reshuffle, Nanang mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui isu tersebut dari media sosial. Karena sampai saat ini isu terkait perombakan itu belum diperbincangkan oleh partai koalisi.
“Sampai sekarang kami baru mendengar lewat media sosial saja,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Umum relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer meyakini Presiden Jokowi bakal segera melakukan perombakan kabinet atau reshuffle. Dia pun menyinggung menteri Jokowi sebagai ‘brutus’. Tidak loyal kepada presiden.
“Kalau kabinet yang tidak loyal kita sudah tahu dari awal, kan mereka pada ‘brutus’. Mereka memang oriented-nya pertama nyari duit, ngegarong di pemerintahan Jokowi, Jokowi sudah tahu itu,” katanya kepada merdeka.com pekan lalu.
Menurut dia, Jokowi akan melakukan reshuffle pada Oktober atau September mendatang. Salah satunya untuk mengakomodir dukungan PAN di dalam kabinet.
“Kalau enggak September ini atau Oktober ini kan ada reshuffle besar-besaran,” katanya.
Ada dua menteri yang disebutkan Noel yang pasti terkena reshuffle. Sebab, menurutnya dua menteri ini kerap sekali melakukan tindakan yang salah dan merugikan pemerintahan Jokowi. Satu di antaranya Mensesneg Pratikno dan Menteri Perdagangan M Luthfi.
“Salah satu yang di reshuffle yang ketara bangetlah itu pasti Pratikno itu, mulai enggak dilibatkan dalam proses politik sekarang ini. Karena sudah berkali-kali blunder. Pratikno yang pertama kali direshuffle, entah kedua Lutfhi (Menteri Perdagangan), lah ketiga siapa yang jelas ini yang besar-besaran nih reshuffle-nya,” jelasnya.
Jokowi, menurut Noel, harus berani dalam bersikap dan bertindak. Sebab jika ini akan merusak kinerja pemerintahan Jokowi yang terakhir.
“Karena kalau tidak reshuffle kabinet, Menteri-menteri yang orientasi ngerampok, garong ini akan merusak kinerja pemerintahan Jokowi yang terakhir. Jadi ini bahaya. Karena kita enggak mau pemerintahan terakhir ini dirusak oleh para Brutus-Brutus, garong-garong di lingkarannya,” pungkasnya. [fik]Sumber: Merdeka.com

TEAM SOSIAL MEDIA INFO NUSANTARA

Produk UMKM & My King Resto Klik Dibawah Ini


LIHAT MENU




PESAN VIA WA



PESAN VIA WA