
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo mengatakan, bahwa Pemerintah sedang menyiapkan rencana untuk melakukan transisi Covid-19 dari pandemi menjadi endemi.
Pemerintah dalam hal ini tentu saja juga melihat dari apa yang ada didalam Indonesia sendiri, begitu juga yang berada di luar negeri. Karena menurutnya pandemi yang ada saat ini memiliki penularan yang secara besar dan luas ke lintas negara.
“Jadi pemerintah saat ini sedang menyiapkan rencana transisi bagaiman Covid-19 yang tadinya pandemi nanti akan ada situasi lebih terkendali apa nanti namanya endemi atau nanti normalisasi tergantung dengan situasi, untuk itu statusnya pandemi atau tidak juga dipengaruhi di negara lain,” tutur Abraham Wirotomo melalui wawancara Pro3RRI, Jumat (4/3/2022).
Abraham juga menjelaskan bahwa hal ini tentu dilihat dari perkembangan di dalam negeri, luar negeri dan juga dilihat oleh pemerintah.
Namun dalam hal ini ia mengatakan ada lima hal yang saat ini sedang disiapkan oleh pemerintah.
“Pertama, Pemerintah meningkatkan kekebalan dari masyarakat dengan mempercepat vaksinasi, kedua pemerintah akan terus menekan angka kasus dengan pendekatan seperti PPKM, ketiga kapasitas rumah sakit jadi pemerintah memastikan kapasitas rumah sakit itu memadai tidak mencapai diatas 60 persen,” jelas Abraham.
Selanjutnya, yang keempat testing dalam klaster tertentu di tempat-tempat yang diprioritaskan seperti sekolah perkantoran dan lainnya. Dan yang kelima Pemerintah siapkan prakondisi dimana situasi yang sudah stabil saat ini sudah merata dan konsisten.
“Untuk itu pemerintah akan melihat perkembangannya seperti apa, April hingga akhir bulan kita utamakan dulu untuk vaksin, di Mei kita lihat kapasitas dan perkembangan rumah sakit dan dilihat prakondisinya sudah memenuhi dan memadai dalam kondisi baik maka kita sudah berani merelaksasi atau menormalisasi aktifitas di masyarakat,” tutupnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus Covid-19 dan pasien rawat inap terus menurun dari hari ke hari.
Sejak Selasa (1/3/2022), bed occupancy rate atau tingkat keterisian tempat tidur oleh pasien Covid-19 secara nasional turun menjadi 34 persen dari hari sebelumnya sebesar 35 persen. Begitu pula dengan kasus konfirmasi harian kembali turun menjadi 24.728 kasus.
Sumber: RRI.co.id





