
Minyak sayur memang kerap kali menjadi salah satu pilihan banyak orang ketika menggoreng makanan. Meski saat ini harganya terbilang mahal, masyarakat tetap membutuhkannya.
Bahkan, minyak sayur juga sering dijadikan sebagai salah satu komposisi untuk membuat saus, margarin, atau mayonaise. Namun siapa sangka jika banyak ahli kesehatan menyarankan untuk mengganti penggunaan minyak sayur dengan pilihan lain.
Mengapa demikian? Merangkum dari berbagai sumber, minyak sayur nyatanya kaya akan lemak tidak jenuh ganda, yang bisa memicu berbagai penyakit.
Lemak tidak jenuh ganda termasuk lemak buruk yang bisa menyebabkan percepatan pertumbuhan sel kanker, pembekuan darah, dan peningkatan peradangan dalam tubuh.
Bahkan beberapa riset menunjukan minyak sayur dapat mengubah kolesterol baik (HDL) menjadi kolesterol jahat (LDL). Akibatnya tubuh berisiko tinggi mengalami penyakit jantung, autoimun, neurodegeneratif, hingga kanker.
Minyak sayur juga kaya lemak omega 6 dan rendah omega 3. Padahal nyatanya konsumsi lemak omega 6 yang berlebihan dan lemak omega 3 yang kurang bisa memicu berbagai penyakit berikut:
Perlu diketahui minyak yang telah mengalami proses hidrogenasi, biasanya bisa memicu masalah kesehatan berikut:
o Mengganggu Keseimbangan Kadar Gula
Beberapa penelitian menunjukkan minyak sayur terhidrogenasi bisa mengganggu keseimbangan kontrol gula darah. Pasalnya, minyak yang mengalami proses hidrogenasi juga mengandung lemak trans.
Riset yang meneliti hampir 85.000 wanita menemukan konsumsi lemak trans berlebihan berisiko besar mengalami diabetes tipe 2.
Konsumsi lemak trans berlebihan juga bisa meningkatkan risiko resistensi insulin. Padahal, hormon insulin sangat penting dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah.
o Meningkatkan Peradangan
Riset juga membuktikan kandungan lemak trans dalam minyak nabati bisa memicu peradangan di tubuh. Padahal, peradangan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
o Membahayakan Kesehatan Jantung
Lemak trans dalam minyak nabati juga bisa membahayakan kesehatan jantung kita. Riset menunjukan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) sekaligus menurunkan kolesterol baik HDL (baik), yang keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Asupan lemak trans yang tinggi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Sumber: RRI





