Banjir di Kota Singkawang, Permasalahan Bersama Antara Pemerintah dan Masyarakat

Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

Banjir di Kota Singkawang, Permasalahan Bersama Antara Pemerintah dan Masyarakat

Sejumlah warga Kota Singkawang ini berjalan dan bermain air saat banjir melanda Kota Singkawang. Senin 8 November 2022. /Dok. Kominfo Singkawang. TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok. Kominfo Singkawang.

Ketua Umum Yayasan Keluarga Besar Puak Melayu Trah Kesultanan, Uray Maryadi ikut berkomentar soal banjir yang terjadi di Kota Singkawang.

Menurut Uray Maryadi, Kota Singkawang dengan letak geografis di pinggir lautan dan di bawah kaki bukit, memang memiliki tingkat kerawanan banjir, khususnya pada saat curah hujan tinggi dan musim air laut pasang.

Karena air yang mengalir dari pegunungan, ia katakan, akan tertahan dengan kondisi air laut yang pasang. Sehingga menyebabkan potensi banjir di dalam kota terjadi.

Hal ini, Uray Maryadi katakan, merupakan salah satu permasalahan bersama baik masyarakat maupun Pemerintah kota Singkawang.

“Oleh sebab itu, bisa diadakan forum komunikasi atau diskusi antara jajaran pemerintah dengan perwakilan masyarakat Kota Singkawang, sehingga bisa menimbulkan sinergisitas dalam solusi bersama antara masyarakat, Pemerintah Kota Singkawang, bahkan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” jelas Uray Maryadi, Jumat 11 November 2022.

Kepada masyarakat Kota Singkawang, Ia mengajak agar bersama-sama menjaga kondusifitas Kota Singkawang.

Dengan jangan terpancing oleh isu-isu yang bersifat Provokatif, karena Singkawang merupakan milik bersama, yang dimana keadaan yang kondusif juga menjadi tanggung jawab bersama.

“Jika ada usulan yang hendak disampaikan bisa disampaikan juga kepada perangkat-perangkat yang ada di Kota Singkawang, selalu jaga kebersihan lingkungan dan jaga kesehatan karena intensitas hujan yang tinggi di akhir tahun ini,” tukasnya.

Kota Singkawang di Provinsi Kalimantan Barat tidak jarang dilanda banjir. Khususnya saat curah hujan tinggi dan air pasang.

Sejumlah kawasan, khususnya di pusat Kota Singkawang menjadi daerah yang terdampak akibat banjir.

Ternyata, penyebab Kota Singkawang dilanda banjir tidak terlepas dari Topografi pusat Kota Singkawang yang merupakan dataran rendah.

Seperti yang dijelaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Sumastro. Menurut penjelasnya, topografi di Kota Singkawang khususnya di pusat kota merupakan cekungan.

Oleh sebab itu, dengan terjadinya cuaca ekstrim berupa curah hujan yang tinggi dengan durasi yang lama serta cakupan yang meluas membuat wilayah Singkawang sulit untuk terhindar dari banjir.

Meski begitu, Sumastro menerangkan, Pemerintah Kota Singkawang tidak tinggal diam dengan hal ini.

Normalisasi yang terus menerus dilakukan Pemkot Singkawang, lanjut Sumastro, membuahkan hasil, yakni mempersingkat masa genangan banjir.

“Masifnya pembukaan saluran (normalisasi drainase) sudah terbukti, masa rendaman yang semula berhari-hari, kali ini sangat cepat berkurang hingga tidak ada genangan. Jadi masa genangan lebih singkat,” terang Sumastro, Selasa 3 November 2022.

Sumastro mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang untuk lebih bijak dan mencermati informasi yang beredar terkait dengan kejadian banjir di Kota Singkawang.

Selain itu, terkait salah satu kawasan perumahan di Kota Singkawang yang sempat terendam banjir hingga heboh di Media Sosial, Sumastro katakan, diakibatkan jebolnya tanggul di sekitar perumahan.

“Jadi kami sudah menghubungi pemilik Villa. Beliau menjelaskan bahwa ada tiga tanggul yang jebol di sekitar perumahan, sehinggal menyebabkan banjir di perumahan,” ujarnya.

Meski begitu, Sumastro menerangkan, Pemerintah Kota Singkawang tidak tinggal diam dengan hal ini.

Normalisasi yang terus menerus dilakukan Pemkot Singkawang, lanjut Sumastro, membuahkan hasil, yakni mempersingkat masa genangan banjir.

“Masifnya pembukaan saluran (normalisasi drainase) sudah terbukti, masa rendaman yang semula berhari-hari, kali ini sangat cepat berkurang hingga tidak ada genangan. Jadi masa genangan lebih singkat,” terang Sumastro, Selasa 3 November 2022.

Sumastro mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang untuk lebih bijak dan mencermati informasi yang beredar terkait dengan kejadian banjir di Kota Singkawang.

Selain itu, terkait salah satu kawasan perumahan di Kota Singkawang yang sempat terendam banjir hingga heboh di Media Sosial, Sumastro katakan, diakibatkan jebolnya tanggul di sekitar perumahan.

“Jadi kami sudah menghubungi pemilik Villa. Beliau menjelaskan bahwa ada tiga tanggul yang jebol di sekitar perumahan, sehinggal menyebabkan banjir di perumahan,” ujarnya.

Sumber: TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *