
BEIJING, 15 Juli – Uni Eropa harus lebih “memperjelas” posisinya pada strateginya dengan Beijing, diplomat top China Wang Yi mengatakan kepada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, ketika para pemi mpin Uni Eropa memohon perdamaian ketergantungan pada China.
Strategi kemitraan pendiri secara komprehensif Uni Eropa-Cina pada tahun 2003 telah berjanji untuk meningkatkan hubungan di luar perdagangan dan investasi. Tetapi sejak 2019, 27 negara Uni Eropa menyebut China sebagai “pesaing ek onomi” dan “saingan sistemik”, dengan hubungan intim Beijing dengan Moskow setelah invasi ke Ukraina semakin mengundang lebih banyak kehati-hatian.
China dan Uni Eropa harus memperkuat komunikasi, meningkatkan rasa saling percaya, dan memperdalam kerja sama, dan blok itu tidak boleh “goyah”, apalagi mendorong mundur dalam kata-kata dan perbuatan, Wang mengatakan kepada Borrell pada hari Ju mat di sela-sela pertemuan ASEAN di ibu kota Indonesia Jakarta.
Pada bulan Maret, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pengerasan posisi China mengharuskan Eropa untuk “mengurangi risiko” baik secara ekonomi maupun penurunan harga.
Komisi juga mendesak anggota Uni Eropa untuk menyetujui kontrol yang lebih kuat pada ekspor dan arus keluar teknologi untuk penggunaan militer oleh “negara-negara yang menjadi perhatian”.
Wang, selama pertemuannya dengan Borrell, meminta kedua belah pihak untuk waspada terhadap politisasi masalah ekonomi dan penggunaan “derisking” sebagai istilah lain untuk “decoupling”, menuut sebuah laporan oleh kantor berita X inhua yang dikelola pemerintah china pada hari sabtu.
Tidak ada konflik kepentingan mendasar antara China dan Uni Eropa, Xinhua mengutip Wang.
Di Ukraina, Wang juga mengatakan China mendukung arsitektur keamanan Eropa yang seimbang, efektif dan berkelanjutan, dan akan terus mempromosikan pembicaraan untuk perdamaian dan memainkan peran konstruktif dalam mencari penyelesaian krisis politik.
Sumber: Reuters





