
SAMBAS – Infrastruktur untuk masyarakat yang dibangun tanpa menggunakan APBD kembali diresmikan Bupati Sambas, Satono, yakni Jembatan Berkemajuan ke-48 di Dusun Sadayan, Desa Tangaran, Kecamatan Tangaran, Kamis (29/2).
Satono menyampaikan sesuai aspirasi masyarakat, kondisi infrastruktur yang ada dalam kondisi rusak. Padahal sarana tersebut menjadi satu satunya akses masyarakat beraktivitas.
Sebelumnya, jembatan tersebut terbuat dari bahan kayu yang kondisinya rusak. Sementara itu sangat diperlukan bagi warga di beberapa dusun.
“Kondisi rusak parah dengan bahan kayu, dan satu-satunya akses warga Dusun Sunsung dan Dusun Sadayan unuk berbagai aktivitas,” katanya.
Satono berharap, dengan dibangunnya jemabatan tersebut akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga untuk beraktivitas.
“Warga Desa Tangaran telah memiliki jembatan beton non-APBD dari donatur asal Jakarta.
Jadi sudah bisa berlalu lalang baik mau ke kebun atau ke pasar, terima kasih kami ucapkan kepada donatur yang telah membantu Pemkab Sambas melakukan pembangunan fisik,” ujarnya.
Kepada warga Satono berpesan untuk menjaga dan merawat jembatan panjang tersebut dengan tidak membawa angkutan yang berat.
“Rawat sarana yang sudah ada dan baik itu, karena untuk membawa hasil panen perkebunan warga mudah dan maksimal, sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” sebut dia.
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Nandes mengapresiasi dibangunnya jembatan berkemajuan ke-48 sepanjang 86 meter di Dusun Sadayan, Desa Tangaran, Kecamatan Tangaran.
“Alhamdulillah, Pemkab Sambas bisa menghadirkan pihak atau donatur yang bisa membangun daerah, terlebih keluhan dari warga sudah lama terdengar, dan sekarang sudah dibangun dengan kokoh,” katanya.
Menurutnya, hal ini kedepannya akan mendorong majunya kesejahteraan warga setempat yang rata-rata adalah petani.
“Sarana yang ada akan sangat memudahkan warga dalam mengangkut hasil pertanian maupun perkebunan untuk dijual ke pasar atau keluar desa,” pungkasnya.
Sumber: Pontianak Post





