Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

Selamat & Sukses Atas pelantikan Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia dan Bapak Gibran Rakabuming sebagai wakil Presiden

Presiden Prabowo Subianto (©Tim Dokumentasi Prabowo Subianto)

Taiwan Sebut Blokade Tiongkok sebagai Tindakan Perang Serius

Ilustrasi jet tempur. (Foto: Freepik)

Ketegangan meningkat antara Taiwan dan Tiongkok setelah latihan militer Tiongkok yang mensimulasikan blokade Taiwan. Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, mengatakan blokade nyata dianggap sebagai tindakan perang berdasarkan hukum internasional.

Melansir dari CNN, Kamis (24/10/2024), Koo juga mengatakan blokade tersebut juga akan berdampak luas pada perdagangan global. Taiwan menolak klaim kedaulatan Tiongkok dan menekankan perbedaan antara latihan militer dan blokade nyata.

Latihan terbaru Tiongkok yang disebut “Joint Sword-2024B” mensimulasikan blokade pelabuhan dan serangan terhadap target maritim serta darat. Koo mencatat bahwa latihan tersebut tidak termasuk zona larangan terbang atau berlayar.

Taiwan menyatakan, sekitar seperlima perdagangan global melewati Selat Taiwan, sehingga blokade akan mempengaruhi komunitas internasional. Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan kelompok kapal induk Tiongkok, yang dipimpin oleh kapal induk Liaoning, melewati Selat Taiwan menuju utara.

Taiwan memantau pergerakan kapal tersebut, dan Liaoning berada di sisi barat garis median Selat Taiwan, yang Tiongkok tidak akui. Liaoning sebelumnya terlibat dalam latihan perang Tiongkok di dekat Taiwan dan telah beroperasi di lepas pantai tenggara pulau tersebut.

Tiongkok mengklaim yurisdiksi atas Selat Taiwan, namun Taiwan dan AS membantahnya, menyatakan selat tersebut adalah jalur air internasional. AS dan sekutu lainnya sering berlayar melalui Selat Taiwan untuk menegaskan hak kebebasan navigasi, yang sering memicu kemarahan Beijing.

Taiwan juga khawatir dengan penggunaan penjaga pantai Tiongkok selama latihan perang. Terutama kemungkinan bahwa kapal sipil Taiwan akan diperiksa oleh Tiongkok.

Penjaga pantai Taiwan menyatakan akan merespons tindakan tersebut dengan prinsip “tidak memprovokasi atau mundur”. Ia mengatakan akan menggunakan segala kekuatan untuk menghentikannya.

Tiongkok tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih Taiwan. Sementara itu, Taiwan terus menolak klaim kedaulatan Beijing.

Sumber: RRI.co.id

Nusantara Florist & Grafis HP/WA.0812 88729 886 - 0851 7431 3368

Share this: