Malaysia akan mencari pandangan China tentang subpakta nuklir Australia

File foto Hishammuddin Hussein, menteri luar negeri Malaysia saat itu, bertemu dengan Wang Yi dari China saat berkunjung ke Fujian, China pada April 2021. (Foto: Hishammuddin Hussein/Facebook)
KUALA LUMPUR: Malaysia pada hari Rabu (22 September) mengatakan pihaknya berencana untuk mencari posisi China dalam kemitraan pertahanan baru antara Amerika Serikat, Inggris dan Australia, beberapa hari setelah membunyikan alarm bahwa pakta tersebut dapat memicu perlombaan senjata nuklir di wilayah tersebut.
Aliansi, yang dikenal sebagai AUKUS, akan melihat Australia mendapatkan teknologi untuk menyebarkan kapal selam bertenaga nuklir sebagai bagian dari perjanjian yang dimaksudkan untuk menanggapi pertumbuhan kekuatan China, terutama di Laut China Selatan yang penting secara strategis.
Indonesia dan Malaysia memperingatkan bahwa hal itu akan mengarah pada perlombaan senjata di kawasan di tengah persaingan negara adidaya yang berkembang di Asia Tenggara, sementara Filipina telah mendukung pakta tersebut sebagai sarana untuk menjaga keseimbangan kekuatan kawasan.
Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein pada hari Rabu mengusulkan perjalanan kerja segera ke China untuk membahas AUKUS.
“Kita perlu mendapatkan pandangan dari pimpinan China, khususnya pertahanan China, tentang AUKUS yang diumumkan oleh ketiga negara tersebut dan apa tindakan mereka setelah pengumuman tersebut,” kata Hishammuddin di parlemen.
China mengatakan rencana itu berisiko sangat merusak perdamaian dan stabilitas regional.
Hishammuddin mengatakan dia telah mendesak timpalannya dari Australia Peter Dutton untuk mendekati Brunei, ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), serta Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam – tetangga China – untuk mengatasi kekhawatiran tentang keamanan kawasan.
“Kekuatan kita bukan ketika kita sendiri, kekuatan kita adalah ketika 10 negara anggota ASEAN ini bersatu untuk melihat posisi dan keamanan kawasan dipertahankan,” katanya.
Hishammuddin menambahkan bahwa fokus saat ini adalah untuk menyeimbangkan dua kekuatan besar dalam konteks AUKUS, ditambah hubungan Malaysia dengan Five Power Defense Arrangements, pakta konsultasi tahun 1971 yang dicapai pada puncak perang dingin antara Inggris, Australia, Selandia Baru, Malaysia dan Singapura.
Dia mengatakan itu harus “digunakan sebagai pengungkit untuk menyeimbangkan kekuatan utama”.
Sumber: Reuters/gs
TEAM SOSIAL MEDIA INFO NUSANTARA

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa

Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa Foto dokumentasi Media Info Nusantara/Sugianto Tzu https://www.mediainfonusantara.com/wp-content/uploads/2026/03/Lagu-Imlek-terbaru-2018-Angelina-Gong-Xi-Fa-Cai.mp4 Ir. Pui Sudarto, Ketua Umum

Read More »

Share this: