BMKG: Waspada Badai Chanthu dan Conson, Kalimantan Barat Terdampak

Siklon Tropis Chanthu dan Conson (BMKG)
PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar memprakirakan satu minggu ke depan masih berpotensi terjadi hujan di Kalbar. Potensi hujan lebat terjadi secara merata di Kalbar pada 10 dan 12 September 2021.
Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori mengatakan, perlunya peningkatan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hingga sore hari.
Nanang mengatakan, saat ini terdapat dua Siklon tropis di sebelah utara wilayah Indonesia, yaitu Typhoon Chanthu  dan Tropical Storm Conson. Diprakirakan bergerak ke arah utara menjauhi wilayah Indonesia dan masih akan berlangsung hingga empat hari ke depan.
“Tropical Storm Conson berada di Laut China Selatan sebelah timur Vietnam dengan pusat tekanan udara 985 hPa dan kecepatan angin maksimum 55 knot. Diprakirakan Tropical Storm Conson ini akan mulai punah pada tanggal 14 September 2021,” jelas dia Jumat (10/9).
Pantauan satelit cuaca siang hari 10 September 2021 terdapat awan – awan penghujan yang terlihat sebagai ekor Typhoon Chanthu. “Beberapa wilayah Kalbar pada siang hari ini sudah hujan dan disertai angin kencang berdurasi singkat, antara lain di Pontianak, Bengkayang, Landak, Mempawah, Kapuas Hulu, Ketapang, Melawi, Kayong Utara, Sanggau, Sintang, Kubu Raya dan Sambas. Diprakirakan hujan masih akan meluas di sebagian Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Kubu Raya, Landak dan Sambas,” terangnya.
Pasang air laut saat ini masih periode belum tinggi. Diprakirakan nanti periode tingginya terjadi pada tanggal 17 – 20 September 2021. Sekitar tanggal 18 September 2021 nanti diprakirakan terjadi hujan lebat di sebagian besar wilayah Kalbar, sehingga perlunya mewaspadai potensi terjadi genangan di pesisir barat Kalbar sekitar tanggal 18 September 2021.
Prakirawan BMKG-Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Bayu Santoso mengatakan prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Kalimantan Barat dalam kategori rendah hingga sedang. Namun, wilayah yang diprakirakan tinggi gelombang dalam kategori sedang (1.25 m – 2.5 m) diantaranya Laut Natuna Utara, Perairan Barat dan Selatan Kepulauan Natuna – Pulau Midai, laut Natuna dan Perairan Kepulauan Karimata.
Sedangkan untuk wilayah yang diprakirakan tinggi gelombangnya dalam kategori rendah (0.5 m – 1.25 m) yakni Perairan Kepulauan Anambas, Perairan Utara Kepulauan Natuna, Perairan Pulau Subi – Pulau Serasan, Perairan Singkawang- Sambas, Perairan Pontianak, Perairan Ketapang serta Perairan Kendawangan.
“Masyarakat diminta mewaspadai adanya potensi angin yang bisa mencapai 20 knot, hal tersebut dapat meningkatkan ketinggian gelombang,” ulasnya. (mrd)Sumber: Pontianakpost.co.id

TEAM SOSIAL MEDIA INFO NUSANTARA

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa

Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa Foto dokumentasi Media Info Nusantara/Sugianto Tzu https://www.mediainfonusantara.com/wp-content/uploads/2026/03/Lagu-Imlek-terbaru-2018-Angelina-Gong-Xi-Fa-Cai.mp4 Ir. Pui Sudarto, Ketua Umum

Read More »

Share this: