Seorang wartawan media nasional berinisial F menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel, Minggu (12/9/2021).
Modusnya, dengam cara menelephone kepada korban dangan iming-iming penukaran poin pulsa. Alhasil, uang dalam rekening korban raib Rp1,8 juta dalam sekejap.
Kejadian ini bermula saat seseorang yang mengaku dari pihak Telkomsel menelepon F pada Minggu, sekitar pukul 14.30 WIB menggunakan nomor tak dikenal.
Pelaku memberitahu bahwa korban memiliki 1.500 poin pulsa kartu Hallo Telkomsel yang akan hangus bila tidak ditukar pada akhir Oktober 2021.
“Saya lupa nama orangnya siapa yang nelepon. Dia menawarkan awalnya penukaran poin untuk ditukarkan voucher belanja di mini market,” ujar F kepada rri.co.id, Minggu (12/9/2021).
Dia mengatakan, poin pulsa yang dimilikinya mendapatkan voucher belanja gratis ke mini market sebesar Rp1 juta.
“Si penelpon (penipu, Red) menyuruh saya meneriksa SMS, ternyata ada dua SMS atas nama Telkomsel yang berisikan kalimat voucher belanja Rp1 juta,” tutur F.
Belum sempat poin tersebut ditukarkan, korban kembali ditawari penukaran poin pulsa dengan sejumlah uang. Pasalnya, masih ada sisa poin walau telah ditukar voucher belanja gratis.
“Menurut si penelephone poin saya tersisa 600 poin dari jumlah total 1.500 poin. 600 poin itu tidak ditukar lagi dengan voucher belanja, tapi harus diuangkan dan nilainya Rp1,5 juta,” beber F.
Syaratanya, korban harus memberitahu M Banking yang digubakan serta nama bank dari M Banking tersebut. “Lalu dia (penipu, Red) bertanya saya punya virtual akun apa, saya jawab BNI,” katanya.
Melalui bank tersebut, pelaku menyuruh memasukkan kode akun rekening virtual dan nomor ponselnya. “Di situ tertera akun e-Wallet dalam LinkAja atas nama saya,” ucap dia.
Dia menambahkan, penelpon meminta dirinya melakukan transfer dengan nominal yang sesuai dengan angka pin akun virtual miliknya yang dikirim melalui SMS.
“Saya sebetulnya sudah bertanya kenapa nama penerima akun bukan dari mini market. Namun, kata si penelepon, akun tersebut yang bertanggung jawab atau hak kuasa untuk penukaran poin saya,” jelasnya.
F mengaku, sempat curiga dan mematikan sambungan telephone dengan alasan untuk bertanya teebih dahulu ke Grapari.
“Tapi, sipenipu itu langsung nenephone kembali dan memerintahkan saya memencet e-Wallet saya,” tukas F.
“Setelah saya cek saldo direkening saya ternyata Rp1,8 juta raib. Ya sudah saya pasrah,” tuntas F.Sumber: RRI.co.id