Mengenal Apa Itu Hari Tanpa Bayangan, Jadwalnya sampai 21 Oktober 2021

Mengenal Apa Itu Hari Tanpa Bayangan, Jadwalnya sampai 21 Oktober 2021 - Ilustrasi Hari Tanpa Bayangan (Pixabay/jplenio)

Fenomena Hari Tanpa Bayangan sedang trend dibicarakan di internet. Sudahkah Anda tahu apa itu Hari Tanpa Bayangan?

Secara garis besar, Hari Tanpa Bayangan adalah fenomena ketika sinar matahari jatuh persis tegak lurus pada benda dan manusia lalu tidak ada bayangan di sekitarnya. Dengan kata lain manusia tidak dapat melihat bayangannya sendiri. Ingin tahu lebih banyak tentang apa itu Hari Tanpa Bayangan? Simak sampai habis penjelasan di bawah ini.

Penyebab fenomena Hari Tanpa Bayangan

Menurut penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena Hari Tanpa Bayangan terjadi karena bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang revolusi bumi. Hal itu menyebabkan posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 oLU s.d. 23,5 oLS. Secara ilmiah ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari.

Terjadi dua kali dalam setahun

Hari tanpa bayangan [Instagram]

Peristiwa Hari Tanpa Bayangan ini bisa terjadi dua kali di Indonesia karena letak Indonesia yang berada di Khatulistiwa. Fenomena ini pernah terjadi di Jakarta pada 4 Maret 2020, peristiwa kulminasi utamanya terjadi pada Pukul 12.04 WIB. Lalu peristiwa kedua terjadi pada 8 Oktober 2020 yang mana kulminasi utamanya terjadi pada Pukul 11.40 WIB.

Selain jakarta, kota-kota lain yang merasakan fenomena Hari Tanpa Bayangan pada tahun 2020 antara lain:

kulminasi utama tahun 2020 di Indonesia terjadi antara 21 Februari 2020 di Baa

Nusa Tenggara Timur hingga 4 April 2020 di Sabang

Aceh dan 6 September 2020 di Sabang

Aceh sampai dengan 21 Oktober 2020 di Baa, Nusa Tenggara Timur.

Lalu bagaimana dengan Hari Tanpa Bayangan 2021? Simak penjelasan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berikut ini.

Dikutip dari situs resmi Lapan, Hari Tanpa Bayangan 2021 dimulai pada 6 September hingga 21 Oktober 2021. Bagaimana bisa selama itu?

Sebenarnya fenomena Hari Tanpa Bayangan berlangsung dua kali setahun di Indonesia. Yang pertama, telah terjadi pada akhir Februari sampai awal April 2021. Untuk kali ini maka fenomena tersebut dinamai sebagai Kulminasi Utama 2.

Fenomena Hari Tanpa Bayangan 2021 kali ini akan secara merata terjadi di seluruh wilayah Indonesia dari Indonesia bagian barat hingga Timur. Berikut daftar rincian jadwal Hari Tanpa Bayangan 2021.

Indonesia Bagian Barat

Sabang; 6 September 2021 pada pukul 12.36 WIB

Banda Aceh; 8 September 2021 pada pukul 12.36 WIB

Medan; 13 September 2021 pada pukul 12.12 WIB

Pekan Baru; 21 September 2021 pada pukul 12.07 WIB

Tanjung Pinang; 20 September 2021 pada pukul 11.55 WIB

Padang; 25 September 2021 pada pukul 12.10 WIB

Jambi; 27 September 2021 pada pukul 11.56 WIB

Pangkal Pinang; 28 September pada pukul 11.46 WIB

Bengkulu; 2 Oktober 2021 pada pukul 12.00 WIB

Palembang; 30 September 2021 pada pukul 11.50 WIB

Bandar Lampung; 7 Oktober 2021 pada pukul 11.48 WIB

Serang; 8 Oktober, pukul 11.42 WIB

Jakarta; 9 Oktober, pukul 11.39 WIB

Bogor; 10 Oktober, pukul 11.39 WIB

Bandung; 11 Oktober, pukul 11.36 WIB

Semarang; 11 Oktober, pukul 11.25 WIB

Surabaya; 11 Oktober, pukul 11.15 WIB

Sumenep; 11 Oktober, pukul 11.11 WIB

Surakarta; 12 Oktober, pukul 11.23 WIB

Pangandaran; 13 Oktober, pukul 11.31 WIB

Yogyakarta; 13 Oktober, pukul 11.24 WIB

Banyuwangi; 14 Oktober, pukul 11.08 WIB

Nunukan; 12 September, pukul 12.07 WIB

Indonesia Bagian Tengah

Tarakan; 14 September, pukul 12.05 WITA

Tanjung Selor; 15 September, pukul 12.05 WITA

Pontianak; 23 September, pukul 11.35 WITA

Samarinda; 24 September, pukul 12.03 WITA

Balikpapan; 26 September, pukul 12.03 WITA

Palangkaraya; 28 September, pukul 11.14 WITA

Banjarmasin; 1 Oktober, pukul 12.11 WITA

Buleleng; 14 Oktober, pukul 12.05 WITA

Denpasar; 15 Oktober, pukul 12.04 WITA

Mataram; 15 Oktober, pukul 12.01 WITA

Sumbawa Besar; 15 Oktober, pukul 11.56 WITA

Labuan Bajo; 15 Oktober, pukul 11.46 WITA

Waingapu; 18 Oktober, pukul 11.46 WITA

Kupang; 19 Oktober, pukul 11.30 WITA

Rote Dao; 21 Oktober, pukul 11.31 WITA

Manado; 19 September, pukul 11.34 WITA

Majene; 2 Oktober, pukul 11.53 WITA

Kendari; 3 Oktober,pukul 11.38 WITA

Wakatobi; 6 Oktober, pukul 11.33 WITA

Makassar; 6 Oktober, pukul 11.50 WITA

Indonesia Bagian Timur

Sofifi; 21 September, pukul 12.22 WIT

Sorong; 25 September, pukul 12.06 WIT

Manokwari; 25 September, pukul 11.55 WIT

Biak; 26 September, pukul 11.46 WIT

Jayapura; 29 September, pukul 11.27 WIT

Ambon; 2 Oktober, pukul 12.16 WIT

Merauke; 14 Oktober, pukul 11.24 WIT

Disebut sebagai Transit Utama

Secara ilmiah, Hari Tanpa Bayangan disebut juga dengan istilah Transit Utama, artinya adalah matahari berada di titik zenith sebuah tempat. Artinya jika terjadi Hari Tanpa Bayangan di Nusa Tenggara Timur hingga 4 April 2020, itu berarti Matahari tengah singgah tepat di atas Nusa Tenggara Timur.

Perhitungan Eratosthenes

Hari Tanpa Bayangan bisa kita jadikan kesempatan untuk melakukan eksperimen seperti yang dilakukan oleh Eratosthenes. Eratosthenes pada sekitar 2.200-an tahun lalu memanfaatkan Hari Tanpa Bayangan untuk mengukur keliling bumi.

Pengukuran keliling bumi oleh Eratosthenes dilakukan dengan mengalikan waktu tempuh perjalanan selama 50 hari dengan kereta berkecepatan 100 stadia dari Shina ke Alexandria, yang jaraknya 800 km atau 5000 stadia. Perlu Anda ketahui bahwa Stadia merupakan arena olahraga yang dipakai masyarakat Yunani, berukuran keliling 185 meter. Singkat cerita, Eratosthenes mendapatkan hasil keliling Bumi adalah 250.000 stadia atau 46.300 kilometer.

Kalau Anda, setelah tahu definisi dari apa itu Hari Tanpa Bayangan apa yang akan Anda lakukan? melakukan eksperimen seperti Eratosthenes atau melakukan hal lain?Sumber: Lapan

TEAM SOSIAL MEDIA INFO NUSANTARA

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa

Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa Foto dokumentasi Media Info Nusantara/Sugianto Tzu https://www.mediainfonusantara.com/wp-content/uploads/2026/03/Lagu-Imlek-terbaru-2018-Angelina-Gong-Xi-Fa-Cai.mp4 Ir. Pui Sudarto, Ketua Umum

Read More »

Share this: