Pasukan AS ditempatkan di Taiwan untuk berlatih dengan tentara Taiwan

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengawasi latihan darurat militer di Tainan, Taiwan pada 15 Januari 2021. (Foto: Reuters/Ann Wang)

TAIPEI: Sejumlah kecil pasukan AS ditempatkan di Taiwan untuk berlatih dengan tentara Taiwan, kata Presiden Tsai Ing-wen dalam sebuah wawancara dengan CNN, membenarkan kehadiran pasukan AS di pulau berpemerintahan sendiri yang dianggap China sebagai miliknya.

Ketegangan antara Taiwan dan China, yang tidak mengesampingkan pengambilalihan pulau itu dengan paksa, telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena Beijing meningkatkan tekanan militer dan politik.

“Kami memiliki berbagai kerja sama dengan AS yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kami,” kata Tsai kepada CNN dalam wawancara yang ditayangkan pada Kamis (28 Oktober).

Ditanya berapa banyak anggota layanan AS yang dikerahkan di Taiwan, dia hanya mengatakan bahwa itu “tidak sebanyak yang diperkirakan orang”.

Konfirmasi itu datang ketika China meningkatkan tekanan militer secara tajam di Taiwan, termasuk misi berulang oleh pesawat tempur China di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

“Kemerdekaan Taiwan adalah jalan buntu, dan juga tidak akan ada jalan kembali bagi mereka yang mendukungnya,” kata juru bicara kementerian luar negeri China Wang Wenbin ketika ditanya tentang komentar Tsai.

“AS harus mematuhi Prinsip Satu China … dan bukan hal apa pun yang dibuatnya sendiri secara sepihak,” katanya, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat harus menghentikan interaksi militer dan resmi dengan Taiwan.

Sementara beberapa outlet media Taiwan dan internasional termasuk Reuters sebelumnya telah melaporkan pelatihan semacam itu dengan pasukan AS, konfirmasi resmi dapat semakin memperburuk hubungan AS-China pada saat Beijing melakukan latihan militer berotot di dekat Taiwan.

Ditanya tentang komentar Tsai, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng mengatakan kepada wartawan bahwa interaksi militer Taiwan-AS “cukup banyak dan cukup sering” dan telah berlangsung lama.

“Selama pertukaran ini, topik apa pun dapat didiskusikan,” katanya, seraya menambahkan bahwa Tsai tidak mengatakan bahwa pasukan AS secara permanen berbasis, atau ditempatkan, di Taiwan, dalam menanggapi pertanyaan anggota parlemen bahwa jika itu terjadi maka ini bisa menjadi dalih untuk Cina untuk menyerang pulau itu.

“Tidak ada hubungan antara pertukaran personel dan penempatan pasukan,” kata Chiu.

Amerika Serikat menarik pasukannya yang berbasis permanen di Taiwan ketika memutuskan hubungan diplomatik dengan Taipei demi Beijing pada tahun 1979.

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan tetapi merupakan sekutu internasional terpenting dan pemasok senjata utama.

Tsai mengatakan Taiwan adalah negara merdeka dan berulang kali bersumpah untuk mempertahankan demokrasi dan kebebasannya.

Sumber: Reuters/ad

TEAM SOSIAL MEDIA INFO NUSANTARA

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa

Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Bersama Yayasan Bumi Katulistiwa Foto dokumentasi Media Info Nusantara/Sugianto Tzu https://www.mediainfonusantara.com/wp-content/uploads/2026/03/Lagu-Imlek-terbaru-2018-Angelina-Gong-Xi-Fa-Cai.mp4 Ir. Pui Sudarto, Ketua Umum

Read More »

Share this: