
Sampai saya mati (menjaga Rohana) saya berharap. Nanti dia menikah, saya pergi ke mana. Dia bahagia, saya pun bahagia”.
Itulah jawaban Chee Hoi Lan, ibu angkat Rohana Abdullah, ketika ditanya reporter Harian Metro Malaysia, sampai kapan ia akan menjaga Rohana.
Kisah Rohana Abdullah kini tengah menjadi perbincangan masyarakat di negeri jiran.
Pasalnya, setelah ditinggalkan oleh sang ibu yang merupakan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia pada usia dua bulan, Rohana hingga kini diasuh oleh Chee Hoi Lan, warga keturunan Tionghoa.
Kepada TV Malaysia itu, Rohana menceritakan kisah hidupnya yang tidak mudah, karena tidak memiliki status kewarganegaraan membuatnya sulit untuk mendapatkan pendidikan formal di sekolah.
Tidak hanya itu, perempuan berhijab ini pun sempat putus asa untuk mengakhiri hidupnya.
“Kalau diikutkan saya juga sudah menyerah. Ada satu waktu saya merasa seperti tidak berguna untuk hidup. Tapi, saya pikir lagi kalau melakukan hal-hal yang membahayakan diri seperti masuk ke rumah sakit kemudian menjadi cacat, kan juga merepotkan orang lain,” ujar Rohanna kepada Harian Metro Malaysia, seperti dikutip RRI.co.id, Jumat (21/01/2022).
Terkait mendapatkan pengakuan status kewarganegaraan, Rohana sebenarnya telah mengajukannya ke Kementerian Dalam Negeri pada 2016, namun tidak mendapatkan tanggapan.
Di usianya yang telah menginjak 22 tahun, Rohana berharap dapat memperoleh identitas kewarganegaraan.
“Paling tidak saya memiliki identitas, jadi ketika saya ingin bergerak keluar rumah pun mudah. Kalau sekarang mau keluar pun takut-takut. Sebab, tidak memiliki identitas. Takut nanti polisi seperti akan menahan, bertanya. Selain itu, juga untuk masa depan saya,” papar Rohanna.
“Apa yang menjadi harapan saya memang saya ingin melanjutkan studi,” sambungnya.
Kisah Rohana dan Chee Hoi Lan yang viral di kalangan masyarakat Malaysia, sebab meski memiliki latar belakang etnis dan agama berbeda, namun Chee dengan tulus merawat Rohana seperti anak sendiri.
Kisah ibu dan anak angkat itu, turut menarik perhatian Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob.
Dalam tayangan video yang diunggah ke media sosialnya, Perdana Menteri bahkan menelepon Rohana dan berjanji akan membantunya mendapatkan status kewarganegaraan.
“Hari Senin saya akan menghubungi Kantor Pendaftaran, nanti jika ada apa-apa nanti petugas saya akan menghubungi Anda,” kata Perdana Menteri yang disambut gembira oleh Rohana.
Rohana dan ibu angkatnya juga telah bertemu dengan Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Hermono.
Hermono mengatakan, hak untuk memilih status kewarganegaraan sepenuhnya diberikan kepada Rohana.
“Tapi, tentunya kita juga harus mendengarkan keinginan dari Rohana. Apakah dia ingin menjadi Warga Negara Malaysia atau dia ingin menjadi Warga Negara Indonesia,” ujar Hermono.
Hermono memastikan, KBRI akan tetap memberikan bantuan jika diperlukan, meski nantinya Rohana memilih untuk menjadi Warga Negara Malaysia.
“Pihak Indonesia pada prinsipnya akan memberikan solution apa yang terbaik bagi Rohana. Kalau Rohana ingin menjadi Warga Negara Malaysia, itu pun tentu baik ya. Karena, dia lahir dan dibesarkan di sini. Apabila untuk proses mendapatkan kewarganegaraan Malaysia diperlukan suatu dokumen dari kedutaan, kita pun akan bantu,” imbuhnya.
Rohana Abdullah ditinggalkan oleh ibunya yang bekerja sebagai petugas kebersihan di taman kanak-kanak, ketika ia baru berusia dua bulan.
Sang ayah yang diketahui merupakan seorang warga negara Malaysia, meninggalkan ibunya ketika Rohana lahir.
Usaha Rohana untuk mendapatkan kewarganegaraan kini ditanggapi oleh kementerian terkait.
Dimana Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Hamzah Zainuddin, telah melakukan penyelidikan terkait kasus Rohana.
Serta, mengatakan diperlukan beberapa dokumen pendukung untuk menyelesaikan persoalan itu.





