
Pemerintah berupaya mengendalikan lonjakan kasus covid-19 terutama akibat varian Omicron. Salah satunya dengan menambah fasilitas pelayanan kesehatan baik untuk keperluan karantina, isolasi, hingga perawatan.
“Total wisma karantina sebanyak 18.759 tempat tidur, 16.021 kamar hotel, dan penyediaan lebih dari 20 hotel karantina jemaah umrah,” kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Januari 2022.
Wiku mengatakan tempat tidur di Tower 4 dan 7 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, juga ditambah. Kemudian, menyediakan rumah sakit dan hotel isolasi bagi pelaku perjalanan internasional dengan kapasitas 949 tempat tidur.
Wiku menyebut upaya pengendalian lainnya yakni mengatur skema pelaku perjalanan internasional. Caranya, melalui skema travel bubble meminimalisasi potensi penularan dan lonjakan kasus covid-19.
“Pemerintah juga memulai strategi vaksinasi booster (dosis ketiga) pada daerah yang kekebalan komunitasnya terbukti berkurang,” tutur dia.
Menurut Wiku, vaksin booster penting merespons Omicron yang kian meluas. Pasalnya, varian anyar tersebut mampu menghindari kekebalan yang telah terbentuk sebelumnya.
“Kunci keberhasilan pengendalian kasus adalah kekebalan komunitas dan peran aktif masyarakat mempertahankan disiplin protokol kesehatan,” ujar dia.
Sumber: medcom.id





