
New York mengumumkan kondisi darurat setelah badai salju “bersejarah” menurunkan salju yang tebal dan menyebabkan kondisi berangin kencang di Pantai Timur AS.
Nor’easter yang kuat, yang biasa terjadi di wilayah tersebut, telah membanjiri garis pantai dan memblokir jalan di 10 negara bagian, meninggalkan kondisi berbahaya di belakangnya.
Di New York, gubernur Kathy Hochul mendesak masyarakat untuk tetap tinggal di dalam rumah, memperingatkan angin dingin di bawah nol derajat setelah badai berlalu.
“Ini badai yang sangat serius, sangat serius. Kami telah bersiap untuk ini. Ini bisa mengancam jiwa,” katanya.
“Angin kencang, salju lebat, kondisi badai salju – semua elemen klasik Nor’easter,” ungkapnya, seperti dikutip dari Sky News, Minggu (30/1/2022).
Di tempat lain, Boston sedang mempersiapkan hujan salju yang berpotensi memecahkan rekor.
Ahli meteorologi AS Anthony D Torres mengatakan kepada Sky News, “Nor’easter ini terjadi setiap tahun, tetapi yang kuat seperti ini mungkin sekali atau dua kali dalam satu dekade. Dan badai khusus ini, jika menghasilkan lebih dari 70 cm hujan salju di Boston, akan menjadi hujan salju terbesar yang pernah diamati dari satu badai di wilayah metropolitan Boston.”
Berbicara kepada media lokal pada hari Sabtu, Anggota Dewan Kota Boston Ruthzee Louijeune mengatakan, “Ini akan menjadi badai salju yang bersejarah.
“Kekuatan angin dan jumlah salju yang membuat yang satu ini sangat berbahaya.”
Penduduk di kota telah diperingatkan untuk tetap tinggal di dalam rumah saat badai bersiap untuk berlalu.
Sementara itu, Layanan Cuaca Nasional (NSW) AS mengatakan hampir 19 juta orang di bawah peringatan cuaca musim dingin di enam negara bagian pada pukul 4 sore East Time.
Peringatan ini meluas dari New York selatan ke Maine dan mencakup New York City, Boston, dan Portland, seperti dikutip dari CNN.
Sembilan juta orang masih berada dalam peringatan badai salju dari New York ke Maine, terutama di sepanjang pantai, NWS menambahkan.





