
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lucia Rizka Andalusia, mengungkap pengadaan vaksin COVID-19 di Indonesia berasal dari dua sumber yakni APBN dan hibah luar negeri. Jika dirinci sejak 2020 dan 2021, total ada lebih dari 300 juta dosis vaksin COVID-19 yang diamankan pemerintah.
“Pada tahun 2020 kita mengadakan vaksin sebanyak 3 juta dosis itu adalah pengadaan vaksin yang pertama berupa impor produk jadi dari Sinovac,” terang Rizka dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (30/1/2022).
“Kemudian selanjutnya di tahun 2021 dilakukan pengadaan vaksin mulai dari berbagai jenis merek vaksin yaitu Sinovac sebanyak 224.104.000 dosis, kemudian AstraZeneca 37.400.000 dosis, Pfizer 34.632.000 dosis dan Covovax atau Novavax ini sebanyak 9 juta,” lanjut dia.
Berikut rincian harga satuan vaksin COVID-19 di Indonesia.
Vaksin CoronaVac 2020: Total 3 juta dosis dengan harga saturan Rp 211.282
Vaksin Bio Farma 2021: Total 122.504.000 dosis dengan harga satuan Rp 132.439
Vaksin AstraZeneca tahap 1 2021: Total 20 juta dosis dengan harga Rp 78.331
Vaksin Pfizer 2021: Total 34.632.000 dosis dengan harga satuan Rp 97.875
Vaksin Coronavac tahap 1 2021: Total 50 juta dosis harga satuan Rp 108.914
Vaksin Coronavac tahap 2 2021: Total 49 juta dosis dengan harga satuan Rp 86.506 dosis
Vaksin Coronavac tahap 3 2021: Total 11,6 juta dosis dengan harga satuan Rp 82.661
Vaksin AstraZeneca tahap 2 2021: Total 17,4 juta dosis dengan harga satuan Rp 73.877
Vaksin Covovax: Total 9 juta dosis dengan harga satuan Rp 105.230
Sumber: detikHealth





