LIBURAN MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H

PeduliLindungi Dituduh Melanggar HAM, Pakar Siber Sebut AS Harusnya Tahu Malu

JPNN.COM PeduliLindungi Dituduh Melanggar HAM, Pakar Siber Sebut AS Harusnya Tahu Malu

Pakar Keamanan Siber Alfons Tanujaya mengatakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi membantu penangan pandemi Covid-19 lebih baik dari Amerika Serikat (AS)

Buktinya, lanjut dia, korban jiwa dan kasus penularan Covid-19 di Indonesia dinilai lebih terkontrol dibanding AS.

Untuk itu, dia menilai AS seharusnya malu karena menyebut aplikasi PeduliLindungi melanggar HAM.

“Harusnya sedikit tahu malu kalau mau menilai orang lain. Berkaca dulu pada diri sendiri,” kata Alfons kepada JPNN.com, Jumat (15/4).

Diketahui, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS menyoroti kekhawatiran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tentang informasi dan data masyarakat pada aplikasi PeduliLindungi yang disimpan dan digunakan oleh pemerintah.

Kemenlu AS menyebut aplikasi PeduliLindungi dalam daftar pelanggaran HAM di Indonesia.

Sebab, PeduliLindungi menyimpan data pribadi masyarakat.

Menaggapi hal tersebut, Alfons mengatakan pihak berwenang perlu mengidentifikasi LSM tersebut.

“LSM yang bersangkutan harusnya tahu malu dan jangan menjelek-jelekkan negara sendiri,” ujar pendiri PT. Vaksincom itu.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebut tuduhan tersebut tidak mendasar.

“Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan juga melanggar HAM adalah sesuatu yang tidak mendasar,” tutur Nadia.

Sumber jpn.com

TIM SOSIAL MAJALAH INFO NUSANTARA

GROUP KOMUNITAS KALBAR

Share this: