LIBURAN MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H

Hari Bumi Sedunia, Ketahui Sejarah Dibaliknya

Ilustrasi Bumi (Foto: Pixabay.com)

Hari Bumi sedunia setiap tahunnya selalu diperingati setiap tanggal 22 April untuk menunjukkan dukungan bagi perlindungan lingkungan.

Tidak hanya itu, Hari Bumi juga diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang perlindungan lingkungan dan mengakui krisis iklim global yang mengkhawatirkan saat ini. Bahkan hari istimewa ini berfokus pada meningkatnya kekhawatiran kelebihan populasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan menipisnya kualitas lingkungan.

Merangkum dari berbagai sumber tanggal 22 April ini telah menjadi tanggal penting karena ini adalah musim semi di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan.  

Di samping itu, pada bulan April cuaca di planet bumi adalah yang paling memungkinkan untuk melakukan perayaan Hari Bumi yang berkelanjutan. 

Selama konferensi UNSEO pada tahun 1969 di San Fransisco, aktivis perdamaian John McConnell mengusulkan untuk menghormati ibu pertiwi. Namun, Hari Bumi Sedunia sebelumnya diusulkan untuk diadakan pada tanggal 21 Maret 1970, hari pertama musim semi di belahan bumi utara.

Namun, Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson justru mengusulkan untuk mengadakan pencerahan lingkungan nasional pada tanggal 22 April 1970 dan menamainya ‘Hari Bumi’.

Tetapi, PBB sendiri merayakan hari Bumi pada 20 Maret sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari di mana matahari tepat di atas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret.

Sementara itu, sesuai mandat Organisasi Hari Bumi, tema untuk Hari Bumi 2022 adalah “Invest In Our Planet.” 

Poin kuncinya di sini adalah bertindak dengan cara yang berani, berinovasi secara luas, dan menerapkan secara adil. Tema ini masih memiliki hubungan tema dengan Hari Bumi 2021, yaitu “Restore Our Earth” dan tema Hari Bumi 2020, yaitu “Climate Action.”

Sumber; RRI.co.id

TIM SOSIAL MAJALAH INFO NUSANTARA

GROUP KOMUNITAS KALBAR

Share this: