LIBURAN MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H

Amerika Sibuk Ikut Campur Urusan Negara Lain, Kini Picu Perang Dunia III, Rusia Yakin Menang Telak

Sistem pertahanan udara canggih Rusia, Rudal S-400 (InternationalInsider)

Amerika Serikat dan para sekutunya terus menggalang dukungan untuk menyerang Rusia, Selasa (26/4/2022).

Mereka akan memanfaatkan perang Rusia dan Ukraina untuk masuk serta terlibat.

Rusia sudah mengingatkan Amerika dan sekutunya untuk tak ikut campur atau terlibat langsung dalam perangnya melawan Ukraina.

Namun faktanya Amerika Serikat dan para sekutunya malah tetap terlibat.

Kini ancaman Perang Dunia III semakin nyata dan sudah di depan mata akibat ulah Amerika dan sekutunya.

Invasi Rusia ke Ukraina telah memicu ledakan dukungan dari negara-negara Barat, temasuk dengan memasok senjata, untuk membantunya berperang melawan pasukan negeri beruang merah.

Tetapi, kekuatan Barat enggan memperdalam keterlibatan mereka, karena takut memicu konflik melawan Rusia yang bersenjata nuklir.

Berbicara kepada sejumlah kantor berita Rusia, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan risiko Perang Dunia III “sangat nyata” dan mengkritik pendekatan Ukraina untuk menggagalkan pembicaraan damai.

“Ini nyata, Anda tidak bisa meremehkannya,” kata Lavrov, seperti dikutip Channel News Asia.

Selama berbulan-bulan, Presiden Volodymyr Zelenskyy telah meminta sekutu Ukraina untuk memasok senjata berat, termasuk artileri dan jet tempur,

bersumpah pasukannya bisa mengubah gelombang perang dengan lebih banyak daya tembak.

Seruan itu tampaknya beresonansi sekarang, dengan sejumlah negara NATO berjanji untuk menyediakan berbagai senjata dan peralatan berat, meskipun ada protes dari Rusia.

Dalam perjalanan penting ke Kyiv selama akhir pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken bertemu Zelenskyy dan menjanjikan US$ 700 juta dalam bentuk bantuan baru ke Ukraina.

“Langkah pertama untuk menang adalah percaya bahwa Anda bisa menang,” kata Austin kepada sekelompok wartawan setelah bertemu dengan pemimpin Ukraina itu.

“Kami percaya, kami bisa menang, mereka bisa menang, jika mereka memiliki peralatan yang tepat, dukungan yang tepat,” ungkapnya, seperti dilansir Channel News Asia.

Pesawat tempur Rusia Sukhoi Su-27 (foto: dok). Sebuah jet Rusia jenis Su-27 dilaporkan 'mencegat' pesawat AS saat terbang di atas Laut Hitam. (AP)

Dan, atas undangan Amerika Serikat, 40 negara juga akan mengadakan pertemuan puncak keamanan di Jerman pada Selasa untuk membahas pengiriman senjata lebih lanjut ke Ukraina, serta memastikan keamanan jangka panjang negara itu setelah perang berakhir.

Sebelunya, Inggris akan memberi Ukraina lebih banyak peralatan militer, perdana menteri telah mengkonfirmasi dalam percakapan telepon dengan Presiden Volodymyr Zelensky.

Boris Johnson mengatakan kepada Zelensky lebih banyak kendaraan lapis baja, drone dan senjata anti-tank akan dikirim ke Ukraina, kata juru bicara Downing Street.

Zelensky berterima kasih kepada PM atas pelatihan lebih dari 20 tentara Ukraina yang tiba di Inggris minggu lalu.

Ukraina diserbu oleh Rusia dua bulan lalu.

Johnson juga mengkonfirmasi Inggris akan membuka kembali kedutaannya di Kyiv minggu depan, sebuah langkah yang pertama kali diumumkan kemarin.

Juru bicara No 10 mengatakan ini adalah demonstrasi “dukungan dan solidaritas kami dengan rakyat Ukraina”.

Tentara Ukraina yang menerima pelatihan di Inggris sedang diinstruksikan tentang cara menggunakan 120 kendaraan lapis baja yang akan dipasok untuk upaya perlawanan melawan Moskow, kata pemerintah.

Presiden Zelensky memberi tahu Johnson tentang situasi di Donbas, di mana Rusia telah memusatkan upaya militernya dalam beberapa hari terakhir.

Kedua pemimpin mengutuk serangan yang sedang berlangsung oleh pasukan Rusia terhadap sasaran sipil, termasuk di Mariupol, Odessa dan Lviv.

Sumber: (Kontan/BBC)

TIM SOSIAL MAJALAH INFO NUSANTARA

GROUP KOMUNITAS KALBAR

Share this: