
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geosfisika (BMKG) memprediksi wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan pada Jumat (5/8/2022).
“Untuk kondisi cuaca di wilayah Jabodetabek diperkirakan berdasarkan kondisi atmosfer memang potensi hujan cukup besar,” kata Prakirawan BMKG Nanda Alfuady dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis (4/8/2022).
“Di pesisir utara Jabobetabek masih akan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” kata dia menambahkan.
Menurutnya, pada Jumat pagi, potensi hujan akan terjadi di wilayah Kepulauan Seribu dan pesisir utara Tangerang. Sedangkan pada Jumat siang potensi hujan akan terjadi di Kabupaten Bogor.
“Potensi hujannya cukup signifikan dengan intensitas ringan, wilayah lainnya cerah berawan,” ucapnya.
Nanda mengatakan, pada Jumat ini sejumlah perlu waspada dengan potensi hujan dengan intensitas lebat. Hal itu terjadi di wilayah Sumatera, seperti Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung.
Selanjutnya, Banten bagian selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah bagian utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bagian utara.
Kemudian, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah bagian selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua bagian tengah dan Papua Barat.
Ia menyebut dilihat keseluruhan potensi hujan cenderung terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian utara dan pesisir barat Sumatera serta Indonesia bagian timur.
“Artinya di wilayah Indonesia bagian selatan kondisinya cukup kering seperti di wilayah Jawa hingga NTT,” ujarnya.
Sedangkan di wilayah Sumatera berdasarkan kondisi atmosfernya, menurutnya, banyak daerah belokan angin dan ada fenomena MZO yang aktif di wilayah Sumatera.
“Ini menyababkan potensi hujan di Sumatera cukup besar,” ujarnya.
Kemudian untuk di wilayah Kalimantan, kata dia, daerah belokan angin dan pertemuan angin menyebabkan potensi hujan sedang hingga lebat di Kalimantan cukup besar.
“Untuk Jawa cukup kering dan pada saat yang sama di Indonesia bagian timur akan memasuki puncak musim hujan,” ujarnya.
Terkait ketinggian gelombang, katanya, yang perlu diwaspadai antara lain di jalur penyeberangan Lombok dan Bali dan NTT bagian selatan.
Selanjutnya, terjadi di Samudera Hindia di sepanjang pesisir selatan Jawa hingga NTB, pesisir barat Lampung dan Bengkulu.
Sumber: RRI





