
Seorang anak laki-laki di Dusun Seradi, Desa Sebangkau, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, bernama Chia yang mengalami sakit yang cukup langka yang dikutip dari TRIBUNPONTIANAK.CO.ID dan di expose ulang oleh Media Info Nusantara beberapa waktu yang lalu mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Sambas, “Jan Min. Seketika itu juga Jan Min berinisiatif untuk mengunjungi anak tersebut dan mengantarnya ke spesialis THT ke Singkawang.Namun sebelum Jan Min mengantarnya ke Kota Singkawang ada seorang teman yang terlebih dahulu mengunjungi Chia pada pagi hari, yaitu Ji Liong
Inilah solidaritas nyata, sekecil apapun bantuan itu, sungguh mulia hati mereka
Anak laki-laki yang diketahui bernama Chia itu sebelumnya telah mendapat penanganan medis di RSUD Pemangkat.
Ulat yang diidentifikasi dalam lubang telinganya adalah sebanyak 17 ekor yang telah dikeluarkan oleh dokter di RSUD Pemangkat.
Diketahui anak ini berumur 4 tahun, yang masih butuh perawatan intensif
Sebelumnya orang tua Chia belum membawanya ke RSUD Singkawang lantaran kendala biaya, dan Semoga uluran tangan masyarakatdapat membantu agar Chia tetap bisa dirawat hingga sembuh.
Mengetahui hal ini salah satu Dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) dr. Rangga Putra Nugraha Sp.THT-KL, yang berpraktek di Klinik Spesialis Mata dan THT Ayani, Jl Ahmad Yani, Pontianak Tenggara memberikan tanggapannya saat di konfirmasi pada Senin malam, 22 Agustus 2022.Oleh TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Ia mengatakan menurut analisisnya kemungkinan adik Chia ini mengalami sakit yang dinamakan otomyasis yang disebabkan oleh adanya sel belatung atau sel telur lalat yang berkembang dan menginfeksi pada telinga.
“Kemungkinan otomyasis atau belatung atau adanya telur lalat yang mengiinfeksi telinga dan berkembang menjadi larva (mungkin, karena saya tidak lihat kasusnya),” ucap Rangga Putra Nugraha.Mengutip TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Ia menjelaskan sakit ini biasanya diawali oleh luka pada telinga, yang kemudian dimasuki oleh telur lalat sehingga menjadi larva.
“Biasanya diawali adanya luka pada kulit liang telinga yang kemudian dimasuki oleh telur dari lalat dan berkembang menjadi larva,” ucapnya.
Ia menjelaskan keluhan awal biasanya diawali dengan gatal sampai nyeri pada telinga dan menyebabkan infeksi pada liang telinga bahkan dapat merusak kulit liang telinga dan atau gendang telinga yang mengakibatkan gangguan dengar pada penderita.
Untuk menangani penyakit ini ia menyarankan agar menghindari manipulasi pada liang telinga yang menyebabkan luka pada tempat yang menjadi masuknya telur lalat tersebut, dan kemudian agar menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya penyakit ini tidak menular secara langsung, namun tetap harus berhati-hati karena lalat bisa saja ada disekitar tempat tinggal dan masuk ketelinga.
Ia mengatakan apabila mengalami sakit yang sama seperti ini, harus segera ditangani tindakan medis dengan segera dan dikeluarkan sampai bersih
“Myasis harus dikeluarkan sampai bersih, telinga harus dibersikan dan pemberian terapi antibiotik dan terapi sesuai gejala yg dialami pasien,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa sakit ini cukup berbahaya bahkan bisa menyebabkan terjadinya infeksi pada otak.
“Kalau sampai membolongi gendang ya akan menyebabkan gangguan dengar yang cukup jauh, atau jika infeksinya lebih jauh kebelakang gendang maka dapat menyebabkan infeksi ke tulang pendengaran bahkan saraf pendengaran atau jika infeksinya hebat sekali dapat menyebabkan infeksi meluas ke otak,” ucapnya.
Dan untuk para masyarakat lainnya ia menghimbau agar tidak mengalami hal yang sama untuk jangan manipulasi telinga, jaga telinga tetap kering, dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.





