Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

Wako Singkawang Berencana Bangun Rumah Adat Tionghoa di Eks-Gedung Dharma Wanita

Lahan kosong bekas gedung Dharma Wanita yang direncanakan akan dijadikan lokasi Rumah Adat Tionghoa di Kota Singkawang. Jumat 26 Agustus 2022. /Rizki Kurnia

SINGKAWANG – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie berencana membangun Rumah Adat Tionghoa di Kota Singkawang.

Rumah Adat Tionghoa ini direncakan akan dibangun di lahan bekas bangunan Gedung Dharma Wanita di Jalan P Diponegoro yang luasnya hampir 1.000 meter persegi.

Rencana ini juga Chui Mie sampaikan langsung kepada sejumlah pengusaha besar Indonesia hingga Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto pada Jumat 26 Agustus 2022 saat berkunjung di Kota Singkawang.

Menurut penuturan Chui Mie, pembangunan Rumah Adat Tionghoa ini merupakan satu diantara visi misi dirinya sebagai Wali Kota bersama Wakil Wali Kota, Irwan.

Di mana Kota Singkawang ini, ia katakan, sudah lekat dengan sebutan Kota Tidayu atau Kota Tionghoa, Dayak dan Melayu yang mana merupakan mayoritas suku penduduk di Kota Singkawang.

“Kita sudah punya tarian khas Tidayu, pintu gerbang megah juga melambangkan Tidayu, dan untuk rumah adat, kita baru punya rumah adat Melayu dan Dayak, oleh sebab itu kita harapkan untuk pembangunan rumah adat Tionghoa,” ujar Tjhai Chui Mie, Jumat 26 Agustus 2022.

Untuk saat ini, rencana pembangunan rumah adat Tionghoa ini masih pada proses pematangan konsep dan desain bangunan.

Sedangkan untuk anggaran pembangunannya sendiri, Chui Mie harapkan dapat dibantu oleh dermawan yang berkeinginan untuk menghadirkan Rumah Adat Tionghoa ini di Kota Singkawang.

Dia mengatakan, pihaknya tidak dapat menggunakan anggaran Pemerintah untuk mewujudkan pembangunan tersebut.

Menurut penuturannya, hal itu dikarenakan anggaran Pemerintah Kota Singkawang saat ini sedang difokuskan pada pembangunan infrastruktur di Kota Singkawang.

“Kita berharap bisa kita kumpulkan dari dana teman-teman yang merasa terpanggil untuk membangun rumah adat Tionghoa ini. Kalau APBD Singkawang masih sangat dibutuhkan untuk infrastruktur,” tukasnya.

Sumber: TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

GROUP KOMUNITAS KALBAR

Share this: