Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

Pemerhati: Partisipasi Rusia Latihan Militer Bukan Terkait Geopolitik

Kapal angkatan laut Tiongkok dan Rusia berpartisipasi dalam latihan angkatan laut Joint Sea-2014 di Laut China Timur. (Foto: Dokumentasi/Antara/Reuters/China Daily/as)

Rusia akan berpartisipasi dalam latihan gabungan militer Multinasional Naval Exercise Arrow di Makassar, pada 5-12 Juni mendatang. Pemerhati Hubungan Internasional, Suzie Sudarman menilai, partisipasi Rusia tidak terkait geopolitik. 

Menurut Suzie, latihan gabungan itu dalam rangka membangun rasa percaya akan norma-norma dalam semua negara yang terlibat. “Tidak ada tujuan apapun juga yang ada kaitannya dengan geopolitik,” katanya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Sabtu (18/2/2023).

Buktinya, lanjut Suzie, Indonesia juga mengundang negara lain untuk mengikuti latihan ini. “Ada AS, China, Kanada, Korea Utara, dan Korea Selatan, jadi yang berkonflik pun dilibatkan,” ujarnya. 

Suzie menekankan, latihan militer gabungan ini suatu kelaziman. Sebab, latihan serupa sudah pernah digelar jauh sebelum perang Rusia dengan Ukraina.

Menurutnya, latihan gabungan militer ini untuk pengamanan. Hal itu dilakukan agar terjadi keseimbangan antara semua kekuatan yang berkepentingan di Laut China Selatan.

Keterlibatan Rusia dalam latihan diungkap Atase Pertahanan Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia Maxim Lukyanov. Dalam latihan gabungan militer itu, rencananya Rusia akan mengirimkan tiga kapal perang. 

Sumber: RRI.co.id

Share this: