
HUBUNGAN diplomatik Indonesia -Tiongkok telah terjalin lebih dari 70 tahun. Meski dalam perjalannya hubungan ini menemui pasang-surut, namun hubungan keduanya kini berjalan stabil, bahlan di beberapa bidang kerja sama menemui tren peningkatan.
Ini dibuktikan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Tiongkok atas undangan Presiden Xi Jinping, pada 27-28 Juli kemarin. Kunjungan yang bertepatan dengan 10 tahun kemitraan strategis komprehensif kedua negara ini, telah menghasilkan setidaknya 8 kesepakatan, utamanya terkait penguatan kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan.
Harus diakui, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merupakan mitra dagang dan investasi terbesar bagi Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari nilai perdagangan Indonesia -Tiongkok yang mencapai lebih dari US$ 133 miliar pada tahun 2022.
Seperti diprediksi banyak pengamat, Tiongkok kini telah berkembang pesat menjadi raksasa ekonomi dunia, bahkan menjadi kekuatan global secara militer, bisnis, teknologi dan sebagainya. Sementara Indonesia saat ini juga telah menjadi kekuatan regional dan ekonomi terbesar ke-16 di dunia dengan kelas menengah terbesar di Asia Tenggara.
Karena itu, kita harapkan Indonesia dapat menunjukkan komitmennya untuk membangun persahabatan, bukan sekedar interaksi dengan Tiongkok. Karena kemitraan yang terjalin antar kedua negara ini, tidak hanya mendorong peningkatan kerjasama bilateral perdagangan dan ekonomi antara Tiongkok – Indonesia dan Tiongkok-ASEAN , melainkan juga mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas global.
Sumber: RRI.co.id





