
SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang menerima kunjungan I-Cats University Collage, Kuching, Sarawak, Malaysia di Ruang Rapat Wali Kota, belum lama ini. Kedatangan rombongan diterima Pj Wali Kota Sumastro beserta jajaran.
Rombongan yang diketuai Azizul Zehri Bin Abd Rahim berisikan 21 akademisi yang ingin mengenalkan program studi di I-Cats University Collage serta memberikan kesempatan bagi masyarakat Kota Singkawang yang ingin menimba ilmu di sana.
Sumastro menyebut, Singkawang dan Kuching bertanggung jawab dalam membangun hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia.
Turunkan 18 Kg dengan Konsumsi sebelum Tidur selama Seminggu
“Kita bertanggung jawab dalam membangun hubungan baik negeri kita, karena hubungan baik antara Singkawang dan Kuching menjadi acuan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia,” sebutnya.
Menurutnya, letak geografis Singkawang-Kuching yang berdekatan menjadi peluang besar pembangunan dan pengembangan kawasan, baik itu di bidang industri hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan.
Setidaknya, inilah yang jadi alasan kuat Kota Singkawang terus menjaga dan merawat kerukunan antar warga, guna memberikan pesan kepada dunia, bahwa perbedaan dapat disatukan dan melahirkan sebuah kerja sama yang baik dalam membangun negeri.
“Kami maksimalkan upaya merawat dan menjaga kerukunan di sini (Singkawang) demi memberikan sebuah pesan pada masyarakat dunia bahwa perbedaan dapat disatukan sehingga melahirkan sebuah kerja sama yang baik untuk membangun negeri,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Sumastro berharap para akademisi dari I-Cats University Collage bisa memberikan ide brilian untuk meningkatkan mutu SDM Singkawang, dengan memberikan kesempatan serta kemudahan warga belajar disana.
Menanggapi pernyataan Sumastro, Konsul Malaysia Azizul Zehri Bin Abd Rahim melihat semua peluang kerja sama sangat mungkin direalisasikan oleh kedua belah pihak.
Terlebih ia menilai banyak kesamaan antara masyarakat Singkawang dan Kuching, khususnya dalam hal kultur budaya sebagai sesama rumpun melayu, sehingga akan mudah dalam membangun sebuah komunikasi.
Sumber: Pontianak Post





