Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

BMKG Minta Masyarakat Waspada hingga 10 Januari 2024,Ini Sebabnya

INFOGRAFIS, Waspada Cuaca Ekstrem RI Foto: Infografis/ Cuaca Ekstrem/ Edward Ricardo Sianturi

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga 10 Januari 2024 mendatang.

Mengutip dari keterangan resmi, BMKG menegaskan bahwa sepanjang 3-10 Januari 2024 sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem, yakni hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Tidak hanya itu, BMKG juga mengimbau masyarakat dan seluruh instansi terkait, terutama yang berada di kawasan curam, bergunung, atau tebing untuk ekstra waspada.

“Khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, tebing, atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada terhadap dampak akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang,” ujar Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, dikutip Sabtu (6/1/2024).

Berdasarkan analisis terbaru BMKG, terdapat kondisi dinamika atmosfer yang memicu potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah, yakni monsun Asia Musim Dingin, Aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO), hingga Aktivitas Gelombang Rossby.

Menurut BMKG, Monsun Asia Musim Dingin atau musim angin baratan mulai menunjukkan dampaknya terhadap potensi peningkatan massa udara basah di sekitar wilayah Indonesia sehingga pertumbuhan awan hujan di periode Januari ini diprediksikan cukup intens.

Selain itu, MJO saat ini dilaporkan sudah mulai memasuki wilayah Indonesia dan secara tidak langsung dapat memicu peningkatan potensi hujan sedang-lebat di beberapa wilayah.

“Kondisi tersebut diperkuat dengan adanya aktivitas gelombang Rossby di wilayah Indonesia bagian barat dan cukup bertahan hingga lima hari ke depan,” kata Guswanto dalam keterangannya pada Rabu (3/1/2024) itu.

“Sementara itu, faktor dinamika lain yang turut memperkuat potensi tersebut adalah terbentuknya pola pertemuan angin dan belokan angin di sekitar wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan,” lanjutnya.

Guswanto mengatakan, kondisi dinamika atmosfer tersebut menimbulkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di hampir seluruh wilayah Indonesia, yakni.

Aceh
Sumatra Utara
Sumatra Barat
Riau
Kep. Riau
Bengkulu
Jambi
Kep. Bangka Belitung
Sumatra Selatan
Lampung
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Gorontalo
Sulawesi Utara
Maluku
Papua Barat
Papua


Sumber: CNBC Indonesia

Nusantara Florist & Grafis HP/WA.0812 88729 886 - 0851 7431 3368

Share this: