
SUNGAI RAYA – Tenun Sidan, salah satu hasil kerajinan khas Kalimantan Barat yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar menjadi perhatian khusus dalam program nasional #Persitbisa yang digelar Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana.
Program ini diluncurkan pada Sabtu (7/12) di Balai Kartini, Jakarta, dengan tujuan mengenalkan dan mempromosikan produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam acara tersebut, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Uli Simanjuntak, mengapresiasi partisipasi seluruh Persit se-Indonesia yang menampilkan hasil karya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII Tanjungpura turut menonjolkan keindahan Tenun Sidan, kerajinan tradisional yang merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Dayak Iban di Kalimantan Barat.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII Tanjungpura, Beti Iwan Setiawan, menjelaskan keputusan untuk menampilkan Tenun Sidan dalam agenda nasional tersebut didasari oleh keunikan dan nilai budaya yang dimiliki. “Kami memilih Tenun Sidan karena ini adalah salah satu warisan budaya Kalimantan Barat yang masih ditekuni oleh masyarakat Dayak Iban di Putusibau,” ujar Beti pada Selasa (10/12) di Makodam XII Tanjungpura.
Beti juga mengungkapkan salah satu anggota Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII Tanjungpura, Malinda Dwi Hatdi perwakilan dari Batalyon Infanteri 644/Walet Sakti Putusibau, merupakan penenun yang telah lama menggeluti kerajinan ini. “Tenun Sidan bukan hanya hasil budaya, tetapi juga hasil kerja keras masyarakat, termasuk anggota kami yang terus melestarikannya,” tambah Beti.
Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII Tanjungpura aktif mempromosikan kerajinan lokal dengan mengikutsertakan produk-produk anggota dalam berbagai pameran, baik di tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, mereka juga mendorong anggota untuk mengenakan dan memperkenalkan produk ini kepada tamu dari luar daerah.
Dikesempatan yang sama, Beti berharap Tenun Sidan dapat menjadi salah satu ikon Kalimantan Barat yang dikenal luas seperti tenun-tenun lainnya di Indonesia. “Kami ingin warisan budaya ini semakin dikenal masyarakat luas, tidak hanya di Kalbar, tetapi juga di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Beti menilai, melalui program #Persitbisa, Persit Kartika Chandra Kirana berupaya menggali dan mengembangkan potensi anggota di seluruh nusantara. “Ya tentunya melalui program ini, kami juga berharap ke depan akan lebih banyak anggota Persit yang berkarya dan meningkatkan hasil produk lokal yang dibuatnya dan bisa terus dikembangkan hingga dikenal masyarakat luas,” tambahnya.
Selain itu, Beti menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal. Ia berharap setiap anggota Persit Kartika Chandra Kirana XII Tanjungpura dapat berkontribusi aktif dalam menjaga dan mempromosikan hasil kerajinan tangan seperti Tenun Sidan, sehingga kerajinan ini tidak hanya Lestari tetapi juga terus berkembang dan dikenal lebih banyak masyarakat luar di masa mendatang.
“Dengan komitmen tersebut, Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII Tanjungpura bertekad menjadikan Tenun Sidan sebagai salah satu simbol kekayaan budaya Indonesia yang dapat menginspirasi masyarakat untuk mencintai produk lokal,” pungkasnya.
Sumber: PONTIANAK POST





