
SINGKAWANG – Sekitar 3,3 hektare lahan mengalami kebakaran yang terjadi di wilayah Kelurahan Sedau, di kawasan menuju jalan Bandara Singkawang.
Kepala Manggala Agni Wilayah Singkawang, Yuyu Wahyudin, menerangkan kebakaran pertama kali dilaporkan oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) Sedau pada hari Minggu, 8 Juni 2025 sekitar pukul 15.50 WIB.
Mendapatkan laporan tersebut, pihak Manggala Agni segera menurunkan lima personel untuk melakukan upaya pemadaman dini bersama MPA Sedau hingga pukul 20.00 WIB pada hari tersebut.
Pemadaman dilanjutkan keesokan harinya, Senin, 9 Juni 2025 dengan kekuatan delapan personel yang bekerja sama dengan BPBD, MPA 59, dan MPA Sedau.
Hingga pada Selasa, 10 Juni 2025, upaya pemadaman terus dilakukan dengan tambahan dukungan dari Koramil Singkawang Selatan, Polsek Singkawang Selatan, Polres Singkawang, pihak Kecamatan, dan BPBD Kota Singkawang.
“Dari hasil pengamatan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran hingga kemarin sore diperkirakan mencapai 3,1 hektare, dan hingga hari ini mungkin sudah bertambah menjadi sekitar 3,2 hingga 3,3 hektare,” ungkap Yuyu Wahyudin, Selasa 10 Juni 2025 di lokasi Jalan menuju Bandara Singkawang.
Menurutnya, titik rawan kebakaran di Singkawang umumnya berada di daerah dengan lahan bergambut, seperti di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, serta Kelurahan Mayasopa dan Nyarumkop di Singkawang Timur, juga sebagian kecil di Pajintan dan beberapa wilayah di Singkawang Utara.
Terkait kendala di lapangan, Yuyu mengungkapkan tim gabungan tetap bisa mengatasi hambatan yang ada, seperti terbatasnya sumber air.
Upaya kanal sekat dan penggunaan mesin pompa air tambahan menjadi solusi dalam mengumpulkan dan memanfaatkan titik air terdekat.
“Kami memang sempat mengalami gangguan teknis pada beberapa mesin, tapi telah diantisipasi dengan membawa mesin cadangan dari masing-masing instansi,” ujarnya.
Kendati demikian, tantangan seperti cuaca panas dan angin kencang masih menjadi hambatan.
Yuyu berharap kerja sama lintas instansi dan sinergi semua pihak bisa mempercepat proses pemadaman.
“Hingga saat ini, dari total luas kebakaran sekitar 3,3 hektare, baru sekitar 1 hektare yang benar-benar berhasil dipadamkan. Sisanya masih terdapat bara api di beberapa titik, namun sudah bisa dikendalikan berkat sekat-sekat kanal,” tambahnya.
Meskipun Indeks Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan menunjukkan status rendah, kondisi cuaca yang panas tetap menjadi faktor pemicu kebakaran.
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu kebakaran di lahan-lahan rawan.
Sumber: TRIBUN PONTIANAK.CO.ID





