Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

SAMBAS: Wapresma Poltesa Neni Prihatin Kasus Kekerasan Anak di Sambas

PRIHATIN KASUS KEKERASAN - Wakil Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Neni. Ia mengaku prihatin meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sambas yang kian mengkhawatirkan, Jumat 16 Januari 2026.

SAMBAS – Wakil Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Neni prihatin meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sambas yang kian mengkhawatirkan, Jumat 16 Januari 2026.

Neni menilai, fenomena ini bukan sekadar persoalan individu melainkan persoalan sosial yang mencerminkan lemahnya sistem perlindungan anak di daerah.

Wapresma Poltesa itu menegaskan, bahwa anak merupakan kelompok paling rentan yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh dari keluarga, masyarakat, dan negara.

“Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Sambas adalah alarm keras bagi kita semua. Ini menunjukkan bahwa masih banyak ruang aman bagi anak yang belum benar-benar aman,” ujarnya.

Ia menilai, kekerasan terhadap anak kerap dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari tekanan ekonomi, rendahnya literasi pengasuhan, hingga minimnya pengawasan dan keberpihakan kebijakan.

“Oleh karena itu, diperlukan langkah serius dan terintegrasi dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, serta masyarakat luas,” kata Neni.

Neni juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sambas untuk memperkuat peran lembaga perlindungan anak, membuka akses layanan pengaduan yang ramah anak.

Di samping itu, memastikan setiap laporan kekerasan ditangani secara cepat, transparan, dan berkeadilan. Ia menekankan pentingnya edukasi kepada orang tua dan masyarakat terkait pola asuh yang sehat dan bebas kekerasan.

“Anak-anak adalah masa depan Sambas. Jika hari ini mereka tumbuh dalam ketakutan dan kekerasan, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan daerah ini,” tegasnya.

Sebagai bagian dari elemen mahasiswa, Neni menyatakan komitmen untuk terus mengawal isu ini melalui advokasi, kampanye kesadaran publik, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak diam dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, layak, dan bermartabat bagi setiap anak di Kabupaten Sambas,” tegasnya.


Sumber: TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Facebook
Twitter
LinkedIn
YAMA FLORIST & NusantaraGrafis HP/WA.0812 88729 886 - 0851 7431 3368

Share this: