Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

Update Chaos Iran: Korban Jiwa Disebut Tembus 5.000 Orang

Foto: Protes atas anjloknya nilai mata uang di Teheran, Iran, Kamis (8/1/2026). (Stringer/WANA via REUTERS)

Pernyataan tersebut merespons sikap Presiden AS Donald Trump yang berulang kali mengancam akan campur tangan jika eksekusi terhadap para demonstran berlanjut. Dalam wawancara dengan Politico, Trump menyebut “sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran.”

Di sisi lain, lembaga peradilan Iran mengindikasikan kemungkinan dilanjutkannya eksekusi terhadap orang-orang yang ditahan selama kerusuhan. Juru bicara lembaga peradilan Iran, Asghar Jahangir, mengatakan sejumlah tindakan telah dikategorikan sebagai Mohareb, yakni istilah hukum Islam yang berarti berperang melawan Tuhan dan dapat dijatuhi hukuman mati.

“Serangkaian tindakan telah diidentifikasi sebagai Mohareb, yang merupakan salah satu hukuman Islam paling berat,” ujarnya dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters.

Trump sebelumnya mengklaim Iran telah membatalkan eksekusi terhadap sekitar 800 orang, meski Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut Trump sebagai “kriminal” dan menuduh AS serta Israel berada di balik kerusuhan. “Beberapa ribu kematian” terjadi akibat aksi “teroris dan perusuh” yang didukung musuh asing, kata Khamenei.

Kerusuhan dilaporkan paling mematikan di wilayah Kurdi Iran di barat laut negara itu. Seorang pejabat Iran menyebut bentrokan terberat dan jumlah korban jiwa tertinggi terjadi di kawasan tersebut, yang memang memiliki sejarah aktivitas separatis. Tiga sumber mengungkapkan adanya upaya kelompok separatis Kurdi bersenjata menyeberang dari Irak ke Iran.

Situasi di lapangan diperburuk oleh pembatasan internet yang sempat dicabut sementara, namun kemudian diberlakukan kembali. NetBlocks mencatat pemadaman internet kembali terjadi di sejumlah wilayah.

Sumber: CNBC Indonesia

Facebook
Twitter
LinkedIn
YAMA FLORIST & NusantaraGrafis HP/WA.0812 88729 886 - 0851 7431 3368

Share this: