MEDIA INFO NUSANTARA – Kanker prostat adalah jenis kanker yang rentan menyerang pria akibat pertumbuhan sel abnormal di kelenjar prostat. Kanker ini termasuk ke dalam kategori kanker yang sulit dideteksi, karena tidak menunjukkan gejala awal. Jika terlambat penanganan, kanker ini dapat menyebar ke organ-organ terdekat, seperti kandung kemih, tulang, dan organ lainnya.
Penanganan medis kanker prostat tergantung pada beberapa faktor, seperti seberapa cepat kanker tumbuh dan menyebar, serta kesehatan pengidap secara keseluruhan. Selain penanganan medis, beberapa orang memilih pengobatan herbal sebagai alternatif lain.
Perlu dipahami bahwa penanganan dengan bahan alami ini tidak seratus persen dapat membuat sembuh, namun bisa dijadikan pertimbangan pilihan.
1. Pygeum
Melansir dari Medical News Today, pygeum, yakni sejenis dengan pohon cemara yang tumbuh subur di daerah pegunungan sub-Sahara Afrika, telah terbukti mengandung berbagai asam lemak, alkohol, dan steroll yang memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi pada saluran urogenital.
Penelitian berjudul Complementary and Alternative Medications for Benign Prostatic Hyperplasia yang diunggah Semantic Scholar menunjukkan bahwa mengonsumsi antara 100 dan 200 mg ekstrak pygeum setiap hari atau membaginya menjadi dua dosis, yakni 50 mg setiap dua kali sehari dapat membantu mengurangi gejala kanker prostat.
2. Saw Palmetto
Saw palmetto, sejenis tanaman kelapa asli Amerika Serikat bagian tenggara sering diolah menjadi suplemen herbal untuk mengobati benign prostatic hyperplasia (BPH). Artikel penelitian berjudul Nutrition and Benign Prostatic Hyperplasia mengungkapkan, suplemen tanaman ini mampu mengurangi gejala BPH dengan menghambat produksi testosteron dan mengurangi ukuran lapisan dalam prostat.
3. Orbignya speciosa
Orbignya speciosa atau babassu adalah spesies pohon palem asli Brasil. Dikutip dari Medical News Today, beberapa suku dan komunitas asli Brasil menggunakan biji kering babassu atau kacang babassu untuk mengobati gejala dan kondisi urogenital.
Studi yang diunggah dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health, minyak dari kacang babassu juga menghambat produksi testosteron, sementara bagian lain dari kacang mengandung senyawa dengan sifat antiinflamasi dan antioksidan.
Biji labu yang punya nama latin Cucurbita pepo mengandung beta-sitosterol, senyawa yang mirip dengan kolesterol. Studi dalam Nutrition and benign prostatic hyperplasia juga menyebutkan bahwa beta-sitosterol meningkatkan aliran urine dan mengurangi jumlah urin yang tersisa di kandung kemih setelah buang air kecil. Untuk mengurangi gejala BPH, pengidap dianjurkan untuk mengonsumsi 10 gram ekstrak biji labu setiap harinya.
4. Likopen
Likopen adalah pigmen alami yang banyak ditemukan dalam buah dan sayuran. Pigmen alami ini ternyata juga membantu memperlambat perkembangan BPH. Tomat adalah jenis sayuran dengan sumber likopen yang cukup tinggi. Biasanya, semakin tua warna pink atau merah buah atau sayuran, maka semakin tinggi pula kandungan likopennya.
5. Seng
Seng dapat membantu mengurangi gejala kemih yang terkait dengan pembesaran prostat. Kekurangan seng kronis telah terbukti berpotensi meningkatkan kemungkinan mengembangkan BPH.
Oleh karenanya, mengonsumsi suplemen seng atau memperbanyak asupan makanan seng dapat mengurangi gejala kemih akibat kondisi pembesaran prostat. Seng banyak ditemukan dalam unggas, makanan laut, beberapa jenis biji-bijian dan kacang-kacangan, seperti wijen dan labu.
Sumber: RRI