Akankah Bom Nuklir Meledak di Eropa? Pakar HI UGM Bilang Mungkin

Ilustrasi bom nuklir Foto: WikiImages/pixabay

Perang Dunia III yang sampai menggunakan bom nuklir seperti yang dikhawatirkan masyarakat dunia akibat eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina mungkin saja terjadi. Sebab, di Eropa tersimpan banyak sekali senjata nuklir yang aktif. Dan dalam situasi terdesak, mungkin saja Rusia menggunakan senjata nuklirnya. Sementara itu, di Ukraina sendiri juga banyak sekali terdapat instalasi nuklir yang membuat situasi konflik ini jadi semakin riskan.

Belum jika suatu saat, entah karena kebetulan atau disengaja, salah satu sasaran dari senjata Rusia itu masuk ke wilayah NATO, mengingat Ukraina berbatasan langsung dengan kawasan NATO. Eskalasi konflik sangat mungkin terjadi, karena NATO punya klausul jika salah satu negara anggota mereka diserang, maka semua anggota NATO bisa melakukan serangan balik.

“Di situlah perkembangan ke arah perang nuklir bisa menjadi serius, apalagi Amerika sudah sedikit memodifikasi matra pertahanannya yang memungkinkan senjata nuklir itu lebih mudah untuk digunakan,” demikian Pakar Dosen Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono, menjelaskan hal itu saat dihubungi Minggu (28/2).

Ilustrasi jet tempur China. Foto: JOHANNES EISELE/AFP

Muhadi mengatakan situasi konflik yang terjadi saat ini juga hampir menyerupai situasi pada Perang Dunia II sehingga penggunaan nuklir seperti yang digunakan Amerika di Hiroshima dan Nagasaki sangat mungkin terjadi.

Situasi negara yang terlibat di awal PD II juga dimulai di Eropa yang kemudian ada Amerika Serikat dan Jepang yang terlibat. Sekarang, konflik juga terjadi di Eropa, dan di dalamnya ada Amerika yang tergabung dalam NATO.

“Meskipun saat ini NATO belum terlibat sepenuhnya, tetapi kan isunya terkait dengan keanggotaan NATO,” kata Muhadi Sugiono.

Apalagi pada awal bulan Februari kemarin Presiden Putin bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping. Keduanya kemudian bersepakat untuk membangun aliansi atau koalisi karena keduanya punya persoalan yang sama, yakni tidak puas dengan kebijakan-kebijakan Amerika yang kerap kali merugikan mereka. Hal ini membuat situasi saat ini makin mirip dengan Perang Dunia II, di mana persoalan terjadi di Eropa namun kemudian ada Amerika dan Jepang yang ikut campur di dalamnya.

“Kalau ini misalkan nanti China juga masuk, kita bisa bicara ini jadi perang dunia ketiga,” lanjutnya.

Sementara itu, Senator Amerika Serikat, Lindsey Graham, juga mengatakan kalau China dan Iran terlibat dalam pusaran konflik Rusia-Ukraina, maka Perang Dunia III akan pecah. Karena itu, dia mengatakan kalau Amerika perlu mengontrol keamanan di perbatasan mereka.

“Ingat Perang Dunia II? Tak boleh ada lagi. Tak boleh ada lagi sekarang,” ujarnya seperti dikutip dari FOX News, Rabu (23/2).

Sumber: Kumparan

TIM SOSIAL MAJALAH INFO NUSANTARA

GROUP KOMUNITAS KALBAR

Share this: