
Presiden Joko Widodo (Jokowi), resmi melantik Bambang Susanto sebagai Kepala Badan Khusus Pelaksana atau Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di Istana Merdeka, Kamis (10/3/2022).
“Demi Allah saya bersumpah. Akan memenuhi kewajiban saya. Sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara. Dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Dan menjalankan segala undang-undang dan peraturan dengan seluruh selurusnya. Serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” kata Presiden yang di ikuti oleh Bambang dan Dhony.
Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 9 M Tahun 2022, tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara.
Selain melantik Bambang sebagai Kepala, Presiden juga melantik Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita IKN Nusantara.
Bambang Susantono selama ini dikenal luas sebagai pakar perencanaan infrastruktur dan transportasi.
Dikutip dari berbagai sumber, pria kelahiran 4 November 1963 ini, mengenyam pendidikan sarjana di Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB).
Setelah lulus dari Fakultas Teknik Sipil ITB tahun 1987, Bambang bekerja sebagai pegawai negeri di Departemen Pekerjaan Umum. Ia pun melanjutkan program pascasarjana di Universitas California, Berkeley untuk gelar master tata kota dan wilayah dan lulus pada tahun 1996.
Pada tahun 1998, Bambang meraih gelar MSCE di bidang teknik transportasi dari Universitas yang sama. Tahun 2000, ia menyelesaikan gelar doktoralnya di bidang perencanaan infrastruktur dari Universitas California.
Di sela-sela kesibukannya, Bambang sempat mengajar dan membimbing tesis di Program Pasca Sarjana Bidang Ilmu Teknik Universitas Indonesia (UI), melakukan penelitian di bidang transportasi, khususnya berkaitan dengan lingkungan hidup dan sosial perkotaan
Di tingkat internasional, Bambag pernah menjabat sebagai Vice President East Asia Society of Transportation Studies (EASTS) dan hingga kini menjadi anggota Board of Trustees untuk The Southsouth North Foundation di Johannesburg, Afrika Selatan, yang bergerak di bidang perubahan iklim dan lingkungan.
Pada tahun 2009, Bambang diangkat sebagai Wakil Menteri Perhubungan periode kedua pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia pun pernah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Perhubungan, setelah Menteri Perhubungan sebelumnya Evert Ernest Mangindaan, mengundurkan diri karena terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019.
Pada tahun 2012, Bambang sempat menduduki jabatan Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Tbk.
Setelah selesai membantu pemerintahan, Bambang bergabung dengan Asian Development Bank pada 2015. Dia menjabat Vice-President for Knowledge Management and Sustainable Development of the Asian Development Bank (ADB).
Sementara itu, Dhony Rahajoe dikenal sebagai salah satu petinggi perusahaan raksasa di Indonesia yang bergerak di bidang properti, yaitu Sinar Mas Land. Merujuk laman Sinar Mas Land, ia menjabat sebagai Managing Director President Office Sinar Mas Land.
Bambang dan Dhony mengalahkan sejumlah kandidat Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN Nusantara yang selama ini namanya muncul di publik. Beberapa di antaranya adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Bambang Brodjonegoro, Tumiyono, Azwar Anas, dan Ridwan Kamil.
Sumber: RRI





