
Jumlah orang kaya di dunia terus bertambah seiring dengan situasi dan kondisi ekonomi di masing-masing negara. Tahun ini, jumlah miliarder bertambah 236 orang.
Meski demikian, angka ini masih lebih rendah dari rekor 493 pada tahun 2021. Penurunan jumlah orang terkaya dunia baru imbas dari pandemi Covid-19 yang belum usai, perang Rusia-Ukraina, dan kondisi pasar yang lesu.
Dari 34 negara di dunia, hanya beberapa negara yang mampu melahirkan miliarder. Berikut 3 negara yang paling banyak melahirkan miliarder di 2022, dilansir Forbes.
China, tercatat memiliki 62 miliarder baru, termasuk dua dari Hong Kong. Jumlah ini paling banyak dari negara mana pun.
Miliarder baru di China di antaranya adalah CEO e-commerce fashion Shein, Chris Xu dengan kekayaan bersih sekitar USD 5,4 miliar, founder perusahaan A.I SenseTime, yakni Tang Xiao’ou dengan kekayaan USD 5,7 miliar.
Adapun miliarder baru asal Taiwan yakni Zhang Congyuan, dengan kekayaan bersih sebesar USD 11,7 miliar. Miliarder berusia 74 tahun itu merupakan pendiri produsen sepatu Huali Industrial, yang membuat sepatu untuk sederet merek ternama yaitu Nike, Puma, UGG, dan Vans. Zhang Congyuan pun menjadi orang terkaya di Taiwan.
Amerika Serikat menempati posisi kedua di dunia yang menyambut miliader baru, sebanyak 50 orang.
Miliarder baru AS itu termasuk salah satu pendiri dan chief technology officer cryptocurrency FTX, Gary Wang dengan kekayaan bersih USD 5,9 miliar dan Scott Shleifer yang juga merupakan pendiri Tiger Global Management, dengan kekayaan USD 5 miliar.
Selanjutnya India, masuk dalam posisi ketiga dengan penambahan miliarder baru paling banyak yaitu 29 orang. Salah satu miliarder baru di India adalah Karthik Sarma dengan kekayaan bersih senilai USD 3,1 miliar.
Perusahaan miliknya, yakni SRS Investment Management melihat kenaikan saham hingga 43 persen di Avis Budget Group ketika mengumumkan akan menambahkan jasa penyewaan kendaraan listrik.
Miliarder farmasi India yakni Subba Rao Jasti juga masuk dalam dalam miliarder baru dengan kekayaan bersih sebesar USD 1,1 miliar.
Reporter: Natasha Khairunnisa Amani





