LIBURAN MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H

Panitia Ramadhan Singkawang Hias Sejumlah Sudut Kota dengan Ornamen Khas Ramadhan

Hiasan khas Ramadan di Beringin Corner Kota Singkawang. Kamis 7 April 2022 malam. TRIBUNPONTIANAK/Rizki Kurnia

SINGKAWANG – Memasuki bulan suci Ramadan, Panitia Ramadan Kota Singkawang mulai menghiasi Kota Singkawang dengan berbagai ornamen khas Ramadan, mulai dari pohon kurma, Masjid, hingga menara jam Mekah (Royal Clock Tower Mekah).

Ketua panitia Ramadan, Muhammadin menerangkan, pada Ramadan 1443 H, pihaknya menghiasi 13 spot di Kota Singkawang.

Ke-13 spot tersebut yakni, Bundaran 1001 Median, Simpang Dinas PU, Simpang RS Abdul Aziz, Simpang Jl Gn Sari, Sepanjang Jl. Diponegoro, Beringin Corner, Jembatan Agen, Jl Jederal Sudirman, Segi Tiga Simpang Vit, Segi Tiga Simpang KN, Bundaran Tugu Kuda Laut Kuala, Perbatasan Jl Pramuka – Demang Akub.

Pada Ramadan tahun ini, Muhammadin menerangkan, mengangkat tema “Keberkahan Ramadan untuk Singkawang Hebat”

Sama seperti Ramadan tahun sebelumnya, Muhammadin mengatakan, pihaknya tidak menggelar kegiatan-kegiatan yang menimbulkan keramaian.

Namun, sebagai gantinya, pihaknya fokus menghiasi Kota Singkawang secara maksimal sehingga menjadi lebih indah di momen Ramadan ini.

“Insyallah hiasan-hiasan ini akan membuat semarak suasana pada bulan suci Ramadan ini,” kata Muhammadin, Jumat 8 April 2022.

Muhammadin berharap, dengan hiasan-hiasan yang menarik khas Ramadan ini dapat membuat para pengunjung dari luar daerah betah berada di Kota Singkawang.

“Masyarakat muslim yang berkunjung juga akan betah ke Singkawang melihat wisata religi dan bisa mengunjungi masjid-masjid tempat beribadah yang cukup banyak di kota Singkawang, masjid yang indah indah dan ramai jamaahnya untuk bisa bersilaturahmi dengan masyarakat muslim lainnya,” katanya.

Tidak hanya itu saja, menurut Muhammadin, masyarakat non muslim juga bisa melihat keindahan hari besar masyarakat muslim dalam menyambut bulan Ramadan ini.

“Sebagai kota tertoleransi setiap memperingati hari besar keagamaan, Kota Singkawang selalu dihiasi dengan meriah menyesuaikan hari besar tersebut, seperti Ramadan, Natal, dan Imlek,” katanya.

Hiasan-hiasan di hari besar keagamaan di Kota Singkawang ini, lanjutnya, juga berdampak terhadap perekonomian di Kota Singkawang. Di mana, meningkatnya jumlah pengunjung, membantu meningkatkan pendapatan pelaku usaha di Kota Singkawang.

Selain itu, Muhammadin menerangkan, dalam menghiasi Kota Singkawang ini, estimasi anggaran yang diperlukannya yakni sekitar 415 juta.

Saat ini, dana yang telah berhasil yakni sebesar 236 juta atau sekitar 55 persen dari total dana yang diperlukan.

“Saat ini sudah ada 236 juta, yang sudah menyampaikan kesiapan atau berpartisipasi ada yang sudah transfer, ada yang belum,” katanya.

Dengan dana yang belum terkumpul sepenuhnya tersebut, Muhammadin menerangkan, pihak panitia harus menalangi terlebih dahulu dana yang kurang tersebut.

“Kegiatan seperti ini biasa panitia yang akhirnya menombok, terpenting adalah keinginan dan keikhlasan baik Ketua Umum atau seluruh panitia dalam menyambut bulan suci penuh berkah dan ampunan,” katanya.

Sumber: TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

TIM SOSIAL MAJALAH INFO NUSANTARA

GROUP KOMUNITAS KALBAR

Share this: