
BERN – Hingga hari ke-7 pencarian, Rabu (1/6/2022), anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau akrab disapa Eril (23) yang hilang di di Sungai Aare, Bern, Swiss belum juga ditemukan.
Eril dinyatakan hilang saat berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss, pada Kamis (26/5/2022) waktu setempat.
Eril dilaporkan hilang terseret arus Sungai Aare yang cukup deras saat akan naik ke permukaan.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Krisna Diantha Akassa, contributor Kompas.com di Swiss pada Selasa (31/5/2022) dari Polisi Bern, Schoenausteg adalah lokasi Eril mulai masuk ke air untuk berenang di Sungai Aare.
Berdasarkan pengamatan pada Selasa siang waktu setempat, ada beberapa warga Swiss yang mencoba berenang di lokasi tersebut.
Ketika berenang, mereka tampak mengenakan pelampung yang sekaligus menjadi tempat penyimpanan baju ganti.
Saat itu arus Sungai Aare terlihat cukup deras.
Suhu air sungai juga tergolong dingin, diperkirakan mencapai 10-12 derajat Celcius.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, kedalaman Sungai Aare di Schoenausteg mencapai 3 meter (m).
Pada Selasa siang, juga tampak ada beberapa polisi Bern yang tengah berpatroli menggunakan kapal di sekitar Schoenausteg.
Saat dimintai informasi apakah agenda mereka terkait dengan proses pencarian warga Indonesia yang hilang, polisi di kapal memberikan anggukan.
Polisi terpantau terus menyisir aliran sungai antara Schoenesteg hingga Schwellenmateli, yang berjarak sekitar 3 km.
Saat dihubungi pada Selasa siang waktu setempat, Humas Polisi Bern, Magdalena Rast, menyebut anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belum ketemu dan polisi masih akan terus melakukan pencarian.
Seorang warga loka, Kurt, mengatakan air Sungai Aare yang dingin bisa membuat perenang mudah mengalami kram di kaki.
“Ketika mengalami kram, ya perenang bisa tiba-tiba tenggelam,” katanya seraya menambahkan bahwa hampir setiap tahun selalu ada kejadian tenggelam di Sungai Aare yang diketahui warga.
Sumber: TRIBUN-BALI.COM





