
Menko Polhukam Mahfud MD mengaku memperoleh banyak informasi tentang motif pembunuhan terhadap Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.
Tokoh kelahiran Sampang, Madura, itu mengatakan, bocoran informasi itu tentunya berbeda dari temuan yang didapat Komnas HAM, dari LPSK, atau dari para senior Polri.
Namun, Mahfud mengaku tidak bisa mengungkapkan ke publik motif kasus yang menewaskan ajudan Irjen Ferdy Sambo itu.
“Kan, tidak boleh saya katakan yang begitu-begitu, biar dikonstruksi dahulu,” ujar mantan Menhan RI itu.
Mahfud mengatakan urusan motif pembunuhan Brigadir J biar diungkap oleh kepolisian atau jaksa dalam proses di persidangan.
“Nanti polisi yang membuka ke publik, lalu dibuka di pengadilan oleh jaksa. Kalau tanya ke saya nanti salah,” ungkap eks Ketua MK itu.
Mahfud memercayakan kepolisian menyusun konstruksi lengkap dalam kasus penembakan Brigadir J.
Toh, selama ini narasi yang beredar tentang motif penembakan anggota Brimob itu sensitif karena menyangkut orang dewasa.
Pertama, kata dia, misalnya muncul narasi tentang pelecehan dalam kasus penembakan hingga dugaan perselingkuhan.
“Terakhir muncul karena perkosaan, usaha perkosaan lalu ditembak. Itu, kan, sensitif,” ungkap Mahfud MD.
Sumber:ast/jpnn.com





