
PONTIANAK – Provinsi Kalimantan Barat menjadi satu dari dua belas provinsi prioritas rekonsiliasi satuan tugas percepatan penurunan stunting. Dalam giat tersebut, para pihak di ujung tombak menyamakan persepsi agar ke depan kerja di lapangan semakin senada. Demikian dikatakan PKB Ahli Utama BKKBN pusat Siti Fatonah, Senin (22/8).
“Satgas percepatan stunting sudah terbentuk di level Provinsi. Mereka ini merupakan tenaga ahli yang bakal bersinergi dengan teman-teman ditataran provinsi kabupaten dan kota di Kalbar,” ungkap Siti Fatonah.
Ia melanjutkan dari 34 provinsi se Indonesia, Kalbar masuk dalam dua belas provinsi yang dilakukan rekonsiliasi. Itu karena angka stunting di Kalbar tinggi. Yaitu di angka 29,8 persen. Sedangkan target pusat, di 2024 mendatang angka tersebut harus turun di 14 persen.
Bukan kerja mudah untuk menurunkan angka stunting. Perlu kerja bersama. Di rekonsiliasi ini, bisa menjadi wadah dalam penyamaan persepsi, sehingga ketika turun di lapangan. Kesemua pihak terkait dapat berjalan senada dalam upaya penurunan angka stunting.
Iapun minta teman-teman di Kalbar harus menggarap serius percepatan penurunan angka stunting ini. Lakukan koordinasi dengan TPPS. Kemudian bisa melakukan fungsi fasilitasi dengan pengawalan keluarga di lapangan.
Saat ini berbagai macam intervensi spesifik sudah dilakukan teman-teman dijajaran Dinkes. “Namun apakah intervensi spesifik ini sudah diterima oleh para keluarga beresiko stunting atau yang sudah terpapar stunting,” tanya dia.
Kemudian intervensi sensitif seperti sarana air bersih, pembangunan jamban, rumah layak huni kata dia apakah sudah benar-benar tepat sasaran. Ini menjadi tugas teman-teman di lapangan untuk mendalaminya.
Mengenai kinerja tim satgas stunting ia belum berani menilai terlalu jauh kinerjanya. Sebab teman-teman satgas baru dilantik Mei lalu. Bahkan ada yang baru dilantik di Juni lalu. “Terlalu cepat jika saya menilai kinerjanya. Direkonsiliasi ini saya minta kita menyamakan frame. Jika sudah searah, dalam bekerja akan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan survey SSGI 2022 akan dilakukan di September ini. Jika tidak ada kendala, mungkin di Desember nanti hasil SSGI sudah diketahui. “Saya harap hasil SSGI di Kalbar, angka stunting bisa turun,” tandasnya.
Sumber: Pontianak Post





