Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

Shopee PHK dan Tutup di Mana-Mana, Biang Keroknya di India

Foto: Shopee (Ist)

Salah satu kontributor terbesar dari pendapatan operasional Sea Limited adalah dari Garena, sebuah unit bisnis yang fokus pada pengembangan dan pendistribusian mobile game, esports, serta komunitas penggemar gaming. Untuk diketahui Sea Limited juga menjadi induk perusahaan e-commerce Shopee.

Principal Advisor Nilzon Capital John Octavianus, mengatakan bahwa Garena selama ini diyakini oleh banyak pengamat sebagai penopang hidup dan ‘penyedia subsidi silang’ terhadap unit bisnis lain termasuk Shopee.

Namun pada awal 2022, terjadi ketegangan antara pemerintah India dan China khususnya di bagian perbatasan kedua negara. Ketegangan diplomasi ini mengakibatkan kedua negara saling mempersenjatai kebijakan ekonominya.

India akhirnya secara agresif melakukan pemblokiran terhadap ratusan aplikasi yang dinilai terasosiasi dengan China dengan dalih melindungi keamanan warganya.

Sayangnya, salah satu diantara aplikasi yang terdampak adalah Free Fire, sebuah game yang dikembangkan dan didistribusikan oleh Garena dan sangat sukses di kalangan remaja di negara tersebut.

“Selain Free Fire, terdapat aplikasi lain yang diblokir oleh India, diantaranya aplikasi-aplikasi buatan Tencent, Alibaba, dan NetEase,” kata John kepada CNBC Indonesia, Rabu (21/9/2022).

Seperti yang ditulis Bloomberg, Sea Limited dinilai terasosiasi dengan China karena pemilik terbesar sahamnya merupakan Tencent yang berasal dari China.

Kontribusi pendapatan Free Fire dari India diperkirakan kurang dari 10% dari keseluruhan bisnis gaming Garena, namun pengguna di India berkontribusi terhadap 16% dari jumlah seluruh penikmat game tersebut. “Jumlah itu merupakan yang terbesar kedua setelah Brazil, disusul India lalu Indonesia.” pungkasnya.

Sumber: CNBC Indonesia

GROUP KOMUNITAS KALBAR

Share this: