Misalnya di Amerika Serikat, disepakati untuk memastikan resesi PDB harus turun selama dua kuartal berturut-turut berdasarkan berdasarkan analisis National Bureau of Economic Research (NBER), otoritas nasional dalam dalam hal siklus bisnis.
Bila Amerika Serikat ada NBER, dunia ada IMF. Dalam hal ini, analisis IMF menjadi penentu adanya resesi global. Hanya saja, bedanya dengan NBER, IMF tak menentukan jangka waktu minimum ketika memeriksa resesi global.
Meski belum ada definisi resmi, penetapan kriteria resesi global oleh IMF punya bobot yang signifikan. Beda dengan beberapa definisi resesi, IMF melihat faktor tambahan di luar penurunan PDB dan harus ada penurunan faktor ekonomi lainnya, seperti: perdagangan, arus modal, produksi industri, konsumsi minyak, tingkat pengangguran, investasi per kapita, dan konsumsi per kapita.
Sampai pada 2020, menurut IMF, ada empat resesi global sejak Perang Dunia II yaitu pada 1975, 1982, 1991, dan 2009. Pada 2020, IMF mendeklarasikan global resesi baru, yang mana disebut the Great Lockdown karena COVID-19. Resesi tersebut merupakan yang terburuk sejak the Great Depression (1929-1939).






