Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

Apa Itu Resesi Global yang Diprediksikan Bakal Terjadi pada 2023?

Resesi ekonomi. Foto: Pixabay © Disediakan oleh Kumparan

Belum lama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan resesi global bakal terjadi pada 2023. Meski warga diminta untuk jangan khawatir, prediksi tersebut jelas sempat membuat bikin heboh.

Meski heboh dan banyak dibicarakan, namun ternyata tak sedikit yang belum tahu mengenai apa itu resesi global. Begini penjelasannya.

Mengutip Investopedia, resesi global adalah periode penurunan ekonomi yang berkepanjangan di seluruh dunia.

Disebutkan bahwa resesi yang kurang lebih tersinkronisasi di banyak ekonomi nasional pun turut andil. Pasalnya, hubungan perdagangan dan sistem keuangan internasional mengirimkan guncangan ekonomi serta dampak dari resesi satu negara ke negara lain.

Nah, untuk mengidentifikasi resesi global, The International Monetary Fund (IMF) menggunakan serangkaian kriteria yang luas, termasuk penurunan produk domestik bruto (PDB) per kapita di seluruh dunia

Penurunan output global, menurut definisi IMF, mesti bersamaan dengan melemahnya indikator makroekonomi lain, seperti perdagangan, arus modal, dan lapangan kerja.

 
Sejumlah pengunjung antre masuk ke bursa kerja Mega Career Expo 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (2/12).Foto: Iqbal Firdaus/kumparan © Disediakan oleh Kumparan

Resesi baru bisa diklasifikasi bila indikator makroekonomi berkurang selama periode waktu yang signifikan.

Misalnya di Amerika Serikat, disepakati untuk memastikan resesi PDB harus turun selama dua kuartal berturut-turut berdasarkan berdasarkan analisis National Bureau of Economic Research (NBER), otoritas nasional dalam dalam hal siklus bisnis.

Bila Amerika Serikat ada NBER, dunia ada IMF. Dalam hal ini, analisis IMF menjadi penentu adanya resesi global. Hanya saja, bedanya dengan NBER, IMF tak menentukan jangka waktu minimum ketika memeriksa resesi global.

Meski belum ada definisi resmi, penetapan kriteria resesi global oleh IMF punya bobot yang signifikan. Beda dengan beberapa definisi resesi, IMF melihat faktor tambahan di luar penurunan PDB dan harus ada penurunan faktor ekonomi lainnya, seperti: perdagangan, arus modal, produksi industri, konsumsi minyak, tingkat pengangguran, investasi per kapita, dan konsumsi per kapita.

Sampai pada 2020, menurut IMF, ada empat resesi global sejak Perang Dunia II yaitu pada 1975, 1982, 1991, dan 2009. Pada 2020, IMF mendeklarasikan global resesi baru, yang mana disebut the Great Lockdown karena COVID-19. Resesi tersebut merupakan yang terburuk sejak the Great Depression (1929-1939). 

Sumber: Kumparan

GROUP KOMUNITAS KALBAR

Share this: