
Kegiatan Ritual Adat diselenggarakan oleh masyarakat adat Dayak dan Paser Kalimantan Timur di IKN Nusantara, Sabtu (11/5/2024). Otorita IKN (OIKN) memberikan apresiasi kepada seluruh pelaku adat yang tetap mempertahankan dan melestarikan tradisi budaya setempat.
Kehadiran Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono bersama rombongan di tempat pelaksanaan disambut dengan ritual adat tepung tawar dari masyarakat Paser. Ritual adat tersebut bermakna rasa syukur atas pencapaian yang baik serta mendoakan keselamatan.
Selain ritual adat tepung tawar, masih ada 10 ritual lainnya dari masyarakat adat Dayak yang juga dilakukan sejak Sabtu pagi hingga Minggu (12/5/2024). Utamanya ritual Nyelung Tanah dan Ngaping Tanah dimana ritual tersebut dilakukan dengan maksud membersihkan atau memurnikan lahan dari segala sesuatu yang dapat menganggu kehidupan.
Dalam sambutannya, Bambang menyebut saat ini dikalangan generasi milenial terdapat beberapa anak muda yang kurang mengenal tradisi budaya. untuk itu Otorita IKN akan mengembangkan ‘Culture Experience’ yang menyuguhkan pengalaman pengalaman kultural dan ‘Culture Knowledge’ untuk pendalaman pengetahuan tentang budaya.
“Ini menjadi PR kita bersama bagaimana budaya yang kita miliki dapat dikenal dan silahkan berbuat. untuk itu OIKN akan memfasilitasi kegiatan kegiatan budaya sebagai bagian dari kearifan lokal” Kata Bambang.
Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin kepada RRI menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan ide masyarakat Dayak dan Paser Kalimantan Timur yang diusulkan sejak tahun 2022. Ritual adat ini merupakan bentuk kesyukuran warga setempat dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.
“Sebagai Warga Lokal pasti mereka punya history sendiri, dan mereka bangga karena IKN hadir di sini (Kalimantan Timur). Ini juga sebagai ritual tolak bala agar pembangunan di IKN berjalan lancar,” ujar Alimuddin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Jajaran Otorita IKN, Presiden Majelis Adat Dayak Nasional dan jajaran, Ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, Sultan Paser. Juga Seluruh Pemangku Adat Suku Dayak Kalimantan Timur dan Long Apari yang berbatasan dengan Kalimantan Utara.
Sumber: RRI.co.id





